Ini Alasan Cianjur Dicoret dari Daerah Tujuan Wisata

Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya Cibodas

POJOKSATU.id, CIANJUR-Kunjungan wisata ke Kabupaten Cianjur cenderung menurun. Hal itu disebabkan minimnya sarana dan prasarana pariwisata serta faktor infrastruktur yang kurang menunjang.

Selain itu, sejumlah ruas akses jalan menuju objek wisata banyak yang mengalami rusak parah. Akibatnya, Cianjur dicoret dari Daerah Tujuan Wisata (DTW) oleh Kementrian Pariwisata.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi saat di temui diruang kerjanya, belum lama ini. Karena itu, pihaknya kini tengah berupaya mengusulkan perbaikan infrastruktur menuju ke objek wisata. Harapannya, dengan infrastruktur yang memadai, bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisata.

Pihak Disbudpar sendiri mengaku sudah berulangkali mengajukan perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata. Salah satunya jalan yang mengarah ke kawasan wisata Cibodas.


“Berdasarkan data yang ada pada kami, sudah beberapa kali kami mengusulkan perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata. Tahun ini kita juga kembali usulkan lagi ke PU Binamarga, terutama jalan yang mengarah ke kawasan wisata Cibodas,” kata Dedi.

Selain mengandalkan anggaran APBD, pihaknya juga berupaya untuk mencari bantuan dari luar semisal dari provinsi dan pemerintah pusat. Hanya saja, khusus untuk pemerintah pusat, masih terkendala dengan DED (Detail engineering Design) yang masih juga belum rampung.

“Kita akan memetakan daerah mana saja yang nantinya akan menjadi fokus untuk pengembangan wisata itu. Sementara kita berupaya untuk mencari anggaran dari lokal,” tambah dia.

Sementara, Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan membantah telah menerima surat permohonan perbaikan infrastruktur jalan dari Disbudpar. Atte mengaku, hingga saat ini, pihaknya sama sekali belum menerima surat dimaksud.

Meski demikian, Atte mengaku, sejumlah jalan menuju kawasan wisata pada tahun 2015 ini akan dilakukan perbaikandan prosesnya kini sudah memasuki proses pelelangan. Diperkirakan, pada akhir April mendatang, sejumlah pekerjaan perbaikan jalan yang mengarah ke kawasan wisata sudah mulai dikerjakan.

“Kecuali yang lelang ulang. Kalau yang sudah selesai proses lelang akhir, April pekerjaan sudah bisa mulai dilaksanakan. Ada beberapa ruas jalan yang mengarah ke kawasan wisata saat ini kondisinya rusak. Dengan adanya perbaikan ini diharapkan bisa segera tertangani,” kata Atte saat dihubungi, Rabu (22/4).

Dikatakan Atte, sejumlah ruas jalan menuju kawasan wisata yang akan diperbaiki pada tahun 2015 ini di antaranya jalan akses antara Pacet-Cibodas, Jalan Simpang Loji-Joglo, Jalan Joglo-Kawungluwuk, Jalan Joglo-Cibodas, Jalan Simpang-Cibodas, Jalan Sindanglaka-Warung Danas, Jalan Warung Danas-Cinangsih, Jalan Cikalong-Maniis, Jalan Sindangjaya-Kemang, Jalan Kemang-Gunung Putri dan jalan Cipanas-Joglo.

“Untuk perbaikan jalan yang mengarah ke kawasan wisata itu kita anggarakan sekitar Rp15,2 miliar. Kita harapkan dengan perbaikan jalan ke kawasan wisata ini bisa berdampak pada jumlah kunjungan wisata bisa lebih meningkat lagi,” tutur dia.
Sedangkan untuk jalan yang mengarah ke situs megalitikum Gunung Padang perbaikannya juga hampir tuntas dan hanya tinggal di sekitar Bebedahan Lampegan.
“Memang masih dalam pembahasan belum masuk DPA, itu dibutuhkan lagi anggaran sekitar Rp1 miliaran,” terang Atte.

Ketika disinggung rusaknya jalan yang mengarah kawasan wisata Cibodas dan tidak masuk dalam perbaikan tahun ini, Atte berkilah bahwa jalan tersebut sebenarnya sudah tuntas diperbaiki pada tahun lalu. “Kalau ada kerusakan itu tidak seberapa, itu bisa ditangani dengan pemeliharaan rutin di tingkat Balai,” paparnya.

Di sisi lain, penggiat pariwisata Cianjur, Abdul Hamid mengaku prihatin melihat kondisi perkembangan pariwisata Cianjur khususnya kawasan wisata Cipanas. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kementrian Pariwisata, Cianjur sudah dicabut dari Daerah Tujuan Wisata (DTW). Hal ini membuktikan Pemkab Cianjur tidak serius mengembangkan berbagai potensi wisata daerah yang ada.(ruh/dep)