Warga Diiming-iming Janji Palsu

Ilustrasi demonstrasi.
Ilustrasi demonstrasi.
Ilustrasi demonstrasi.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Masyarakat yang bermukim di Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, selama ini merasa dibohongi salah satu perusahaan pabrik sepatu terbesar di Asia yang ada di lingkungannya.

Aspirasi yang disampaikan warga, beberapa waktu lalu agar warga pribumi diprioritaskan dan difasilitasi PT Pou Yen Indonesia hanya isapan jempol belaka. Kenyataannya, hasil kesepakatan dan janji antara perusahaan dengan warga masih belum terpenuhi seutuhnya hingga hari ini.

“Masyarakat kecil yang bodoh seperti kami selalu dibodohi. Kami mempertanyakan dan meminta janji yang dulu diberikan sebelum pabrik berdiri seperti saat ini,” tegas Apud (50) warga setempat diamini beberapa warga lainnya, Minggu (19/4).

Berdasarkan informasi dan komentar warga, semua janji sudah tertuang di dalam lembaran surat berbahasa Sunda. Di dalamnya ada enam tuntutan dan pernyataan sikap. Salah satu isinya yaitu pabrik akan mensejahterakan warga setempat.


Pemuda yang memiliki ijazah dan berpotensi akan segara dipekerjakan. Selain itu, warga turut menyikapi persoalan perusahaan yang berjanji bisa memfasilitasi hak dan jawaban pasti. ”Tapi pada kenyataannya, pemuda setempat yang diterima jumlahnya hanya puluhan, sedangkan warga dari luar Desa Sukasirna berjumlah ratusan. Ini jelas tidak sesuai dengan janji,” timpal Ojak, Ketua RT.

Kepala Desa Sukasirna, Ahmad Satibi menambahkan, seharusnya pihak perusahaan bisa bekerjasama dan utamakan kepentingan pribumi. Pasalnya, banyak warga yang merasa dibohongi dan khawatir. “Ini merupakan kritik untuk membangun. Mudah-mudahan bisa dimengerti, dipahami dan dimaklumi,” papar Kades.

Terpisah, pihak dari perwakilan manajemen perusahaan belum bisa ditemui. Setelah dikonfirmasi beberapa kali oleh Radar Cianjur (Grup Pojoksatu.id) tidak ada di tempat. (mat/dep)