Seniman Tabur Gabah di Pasar Induk

TABUR GABAH: Pelukis dan Perupa Cianjur Adam Jabar saat tabur gabah.
TABUR GABAH: Pelukis dan Perupa Cianjur Adam Jabar saat tabur gabah.
TABUR GABAH: Pelukis dan Perupa Cianjur Adam Jabar saat tabur gabah.

POJOKSATU.id, CIANJUR – Sejumlah seniman yang berasal dari Cianjur, Sukabumi, Bandung hingga Banyumas, Jumat (18/4) sore sekitar pukul 15.00 WIB kemarin, menaburkan bulir padi di gedung Pasar Induk Cianjur Jalan Taifur Yusuf, Cianjur, yang porak poranda dan masih terbengkalai karena terbakar pada akhir Agustus 2013 lalu.

Hal itu merupakan salah satu bagian dari performing art yang juga diikuti sejumlah jurnalis dari Cianjur. Para seniman tradisional dan modern yang bergelut di bidang seni rupa, musik, tari, teater dan sastra itu pun lantas menyajikan tampilan masing-masing.

Pelukis dan perupa Cianjur, Adam Jabar mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk semakin menumbuh-kembangkan kesenian yang ada di Cianjur ini. Adapun Adam dalam performing art-nya tidak sendirian. Ia ditemani putrinya, Malika yang masih duduk di bangku kelas 2 SD untuk menggesek biolanya.

“Tempat ini sudah ditinggalkan dan terbengkalai. Dari tempat ini, kami ingin menanam benih kesenian dan ruang berekspresi bagi siapapun yang ingin berproses dalam berkesenian,” ujar Adam.


Pelukis berambut gondrong itu menjelaskan, ia sengaja memilih bekas pasar yang terbakar itu karena semenjak ia kecil, tempat itu juga sudah menjadi ruang publik (pasar,red) yang mempertemukan ratusan bahkan ribuan orang per harinya.

“Kami ingin tempat ini tetap menjadi ruang publik meskipun, katanya, akan dirubah menjadi hutan kota. Sangat cocok jika di samping hutan kota, ada tempat untuk berkesenian dan pagelaran budaya. Jadi tempat ini akan tetap menjadi tempat untuk berkumpul,” terang dia.

Dikatakan Adam, meski Cianjur memiliki Dewan Kesenian Cianjur (DKC) sebagai satu-satunya tempat untuk menggelar hajat kesenian dan kebudayaan, lanjut dia, masih belum cukup untuk menampung ekspresi berkesenian dan budaya bagi pada pelaku, pegiat dan penikmat kesenian di Cianjur.

Pasalnya, sambung Adam, potensi kesenian dan kebudayaan Cianjur diyakininya sangat besar dan belum bisa seluruhnya terakomodir. Karena itu, semakin banyak tempat dan ruang-ruang kesenian dan kebudayaan, maka akan lebih baik dan semakin mendorong kemajuan kesenian dan kebudayaan di Cianjur ini.

“Ruang berkesenian dan kebudayaan itu jangan hanya satu tempat saja. Kalau banyak ruang-ruang seperti itu, kan bisa menjadi pilihan dari masing-masing senimannya. Sedangkan untuk para penikmat seni, tentu itu akan semakin menarik dan beragam,” tutur Adam.

Diakui Adam, iklim berkesenian di Cianjur ini masih cukup jauh dari ideal dan tertinggal dari daerah lainnya. Selain karena sangat minimnya fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah, juga dikarenakan belum kondusifnya antara para pemangku kebijakan, palaku seni dan masih minimnya apresiasi dari masyarakat.

Namun, Adam menegaskan, meski sama sekali tidak mendapatkan fasilitas dari Pemkab Cianjur, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, di dalam proses berkesenian, para pelaku seni tidak menggantungkan pada pemerintah.

“Ada atau tidak anggarannya, kami tetap akan berjalan dan terus berkesenian. Berkesenian itu kan bukan tergantung pada pemerintah, tapi pada hati para pelaku seni masing-masing,” tegas dia.

Ke depannya, ucap Adam, kegiatan berkesenian tersebut akan dilakukan secara periodik dan rutin. Ia pun tidak membatasi dan malah mempersilahkan kepada siapapun untuk ingin atau ikut berekspresi menampilkan kreasi kesenian dan kebudayaan.

“Bebas siapa saja boleh datang dan berkreasi di sini. Ini ruang publik dan menjadi ruang seni bersama,” ujar dia.

Disinggung berkenaan dengan gedung yang kepemilikannya masih dimiliki oleh salah satu bank itu, Adam tidak khawatir jika suatu waktu harus angkat kaki kalau memang diminta.

“Memang bukan gedung kita. Tapi selama masih diizinkan, kami ingin memanfaatkan gedung ini daripada terbengkalai. Kalau harus pergi, kami akan pergi. Berkesenian bisa dilakukan di manapun,” pungkasnya.(ruh/dep)