Minimarket Ngeyel Jual Bir, Ini Sanksinya

TAK JUAL BIR: Seorang karyawan minimarket pasang surat pernyataan tak jual minuman beralkohol sesuai instruksi Disperindag Cianjur. Foto : Guruh / Radar Cianjur /Pojoksatu.id
TAK JUAL BIR: Seorang karyawan minimarket pasang surat pernyataan tak jual minuman beralkohol sesuai instruksi Disperindag Cianjur. Foto : Guruh / Radar Cianjur /Pojoksatu.id
TAK JUAL BIR: Seorang karyawan minimarket pasang surat pernyataan tak jual minuman beralkohol sesuai instruksi Disperindag Cianjur. Foto : Guruh / Radar Cianjur /Pojoksatu.id

POJOKSATU.id CIANJUR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Cianjur melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah minimarket yang berada wilayah Cianjur kota, terutama yang terletak di sepanjang jalan protokol di Kabupaten Cianjur, Kamis (16/4), kemarin.

Hal itu dilakukan untuk menyisir atau mencari apakah masih ada gerai minimarket yang menjual miras. Pasalnya, mulai kemarin, Peraturan Menteri Perdagagan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol mulai diberlakukan setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi selama tiga bulan ke belakang.

“Sidak ini kami lakukan untuk menyisir penjualan miras. Kalaupun tidak ada, kami tetap memberikan instruksi kepada masing-masing penguasaha dan penjaga di minimarket itu untuk menempel dua lembaran yang berisi pernyataan tidak menjual miras,” ujar Dendi Irawan, Kasi Bina Perlindungan Konsumen Disperindag Kabupaten Cianjur.

Dendi menjelaskan, jika masih ditemukan ada mini market yang menjual miras, pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi. Adapun sanksi tersebut mulai dari teguran secara lisan, surat peringatan hingga yang terberat yakni pencabutan izin dan penutupan usaha.


“Tidak ada pengecualian. Ini berlaku untuk semua minimarket yang ada di seluruh Cianjur. Mulai dari wilayah perkotaan, kawasan pariwisata ataupun di Cianjur selatan,” tegas Dendi.

Dendi menambahkan, sebelum penerapan permendag tersebut yang terhitung mulai kemarin, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan para pengusaha gerai minimarket. Tidak hanya itu, para pemilik dan pengusaha gerai minimarket waralaba itu juga diwajibkan untuk membuat surat pernyataan di atas materai tidak akan menjual miras dalam bentuk apapun.

“Sejak Senin kemarin sudah kami lakukan penandatanganan surat peryataan itu. Target kami, dalam seminggu ini, seluruh pemilik dan pengusaha gerai minimarket sudah menandatangani surat pernyataan tersebut,” tutur dia.

Dendi menyatakan, Disperindag sendiri sebenarnya sudah melakukan penyisiran sejak Senin (13/4) lalu di beberapa kecamatan seperti Ciranjang, Bojong Picung dan Cibeber. Namun pihaknya tidak menemukan satupun minimarket yang masih menjual miras.

“Target kami, hingga hari Minggu mendatang, penyisiran akan terus dilakukan hingga ke Cianjur Selatan,” ujar Dendi.

Penjaga minimarket Alfamart 24 jam di Jalan Raya Bandung, Cianjur, Atin Sobandi (27) menuturkan, bahwa sudah sejak awal Januari lalu, di tempatnya bekerja itu tidak ada lagi miras yang dijual. Hal itu dilakukan sebagaimana perintah dari pusat langsung.

“Dulu memang menjual seperti Mixmax dan bir. Tapi sekarang sudah tidak menjual itu lagi sejak 3 bulan lalu. Semuanya ditarik langsung oleh distributornya sendiri,” terang dia di sela-sela sidak.

Senada, Yana Permana (28), kepala toko Indomart Bojong, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, pun mengakui bahwa toko tempat ia bekerja itu sudah tidak lagi menjual miras dengan kadar 0-5 persen itu yang sebelumnya diperbolehkan untuk diperdagangkan secara bebas.

“Pihak pusat sudah melarang kami untuk tidak lagi menjualnya. Awalnya memang masih ada masyarakat yang menanyakan, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi yang tanya,” tukas dia.

Kepala Disperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris didampingi Kabid Perdagangan, Judi Adi Nugroho, menegaskan, jika ada minimarket yang masih membandel setelah tiga kali peringatan, maka pihaknya pun akan langsung mencabut izin sekaligus menutup usahanya. Himam pun mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari Kemendag tentang pelarangan penjualan minuman keras.

Disinggung soal Perda nomor 12 tahun 2013 di Cianjur Tentang Nol Persen Miras, Himam mengakui bahwa Perda itu belum maksimal. Terlebih, dari pihak pengelola perhotelan merasa sedikit keberatan dengan perda tersebut.

“Kalau untuk minimarket sudah jelas dilarang. Dulu pernah ada aturan boleh menjual asal tidak dipajang, tapi sekarang rata. Baik yang dipajang maupun tersembunyi, semuanya dilarang. Apalagi di pengecer atau di warungan. Namun, Perda tentang miras di Cianjur perlu dikaji ulang, karena bagi perhotelan, resto dan kafe, minuman beralkohol sudah termasuk dalam perizinannya. Mereka boleh menyediakan asal tidak untuk dikonsumsi di luar lokasi,” terang dia.

Himam menilai, keberadaan perda tersebut masih harus dibahas kembali di DPRD Kabupaten Cianjur, terutama tentang petunjuk pelaksanaannya. Sedangkan untuk revisi, tambahnya, masih harus melalui kajian di bidang hukum Setda Kabupaten Cianjur.

“Kalau ada pembahasan ulang, itu akan lebih baik. Termasuk aturan menjual minuman beralkohol di supermarket, hypermart, hotel, cafe dan resto di kawasan pariwisata. Tapi sampai sekarang juga masih belum ada titik temunya,” pungkas Himan.(ruh)