Bernyali Super, Maling Congkel Rumah Polisi

Ilustrasi Maling
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Entah nekad, bodoh atau memang memiliki nyali super tinggi, maling yang satu ini berusaha masuk rumah seorang petugas anggota Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas SIM) Polres Cianjur.

Terlebih, aksi itu ia lakukan Rabu (15/4) seusai subuh sekitar pukul 04.30 WIB di Perumahan Pesona, Desa Nagrak yang terletak tidak jauh dari Mapolres Cianjur.

Akibat aksi nekad itu, AA (23), warga Bogor, harus menerima bogem mentah serta tendangan bertubi-tubi dari sejumlah warga, sehingga harus dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Cianjur.

Adalah Bripkas Ewin Setya Jatmika, korban sekaligus petugas polisi yang berhasil menghentikan aksi pelaku itu setelah sebelumnya melakukan pengejaran kepada para pelaku yang berjumlah dua orang itu.


Diungkapkan anggota Polri asal Solo, Jawa Tengah, ketika itu ia baru saja selesai menunaikan shalat subuh di rumahnya di Perumahan Pesona Blok F1 no 21. Tiba-tiba telepon selularnya berbunyi yang tidak lain adalah panggilan telepon dari salah seorang satpam di perumahan tersebut.

Sang satpam, kata Ewin, memberitahukan bahwa rumahnya yang lain, yakni Perumahan Pesona Blok F2 no 8 yang terletak tepat di depan rumah pertamanya, sedang dicongkel oleh dua orang pencuri pada bagian pagarnya.

“Satpam itu tidak berani karena pencurinya dua orang, sedangkan dia hanya seorang diri. Ya saya langsung siap-siap menghadang para pelaku dan mengambil senjata api saya,” ucap Ewin.

Selanjutnya, ia pun bergegas keluar rumah dan memerintahkan kepada kedua maling yang sudah tepergok itu untuk menyerah. Tapi, seruan Ewin ternyata tidak digubris oleh para pelaku dan langsung tancap gas kabur dengan menggunakan sebuah sepeda motor.

Melihat hal itu, naluri sebagai petugas polisi pun langsung mengambil motornya dan melakukan pengejaran. Sayang, para pelaku keburu menghilang tanpa jejak. Namun, Ewin meyakini, para pelaku tersebut masih berada di dalam komplek perumahan itu.

“Makanya saya langsung ke gerbang utama dan mengontak satpam yang ada di situ untuk menghadang para pelaku,” lanjut dia.

Perkiraannya tidak meleset. Kedua pelaku pun akhirnya terlihat akan melintas ke luar komplek melewati gerbang utama di Jalan KH Abdullah bin Nuh itu. Ia pun langsung menghardik para pelaku yang malah berbalik arah.

“Saya bersama satpam terus mengejar para pelaku sambil terus saya teriaki maling agar warga juga pada keluar,” papar dia.

Karena tidak mau menyerah dan terus menghiraukan peringatannya agar menyerah, Ewin pun meletupkan senjata apinya sebagai tembakan peringatan. Sampai akhirnya, salah seorang pelaku, yang ketika itu sudah berhasil menggondol sebuah sepeda motor Honda Beat warna putih nopol F 6257 ZT, terjatuh di sekitar Masjid Al Muhajirin yang jalannya cukup menikung.

“Di situ saya memberikan tembakan peringatan sekali lagi. Tapi dia tetap tidak mau menyerah,” jelas Ewin yang sudah 17 tahun berdinas di wilayah hukum Polres Cianjur itu.

Meski sudah diberikan dua tembakan peringatan, pelaku malah menantangnya dan bersiap melawan dengan mengayun-ayunkan sabuknya yang memakai gasper besi dan cukup besar itu. Ewin tidak gentar sedikitpun. Ia pun memberikan pukulan bertubi-tubi kepada pelaku sampai akhirnya pelaku tersungkur hingga terjerambab ke dalam sungai dengan lebar sekitar dua meter.

“Kami sempat terlibat baku hantam cukup lama sampai akhirnya dia bisa saya lumpuhkan hingga masuk ke dalam sungai. Setelah itu, warga langsung berdatangan dan ikut memukuli pelaku. Sedangkan satu pelaku yang lain meninggalkan sepeda motornya begitu saja. Mungkin karena sudah terdesak dan tidak mungkin lari memakai sepeda motor,” papar Ewin.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito, menyatakan, pihaknya langsung bergerak cepat dengan mengamankan pelaku yang sudah dalam keadaan lemas dan babak belur setelah dipermak oleh warga. “Pelaku langsung kami amankan dan kami bawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan,” ujar Gito.

Gito menambahkan, saat ini, pihaknya langsung menindaklanjuti kasus tersebut. Sedangkan untuk satu pelaku lain yang kabur, pihaknya sudah langsung melakukan pengejaran.
“Untuk sementara, kami juga masih menunggu kondisi pelaku yang sedang dirawat itu membaik terlebih dahulu untuk dimintai keterangan,” tambah dia.

Atas perbuatannya itu, pelaku pun akan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(ruh/dep)