Di Daerah Ini Banyak Ditemukan Batu Akik Keramat

SAMBILAN: Anggota Armed Cipanas Serma Abdul Haris buka Galeri Batu Akik disela-sela bekerja.
SAMBILAN: Anggota Armed Cipanas Serma Abdul Haris buka Galeri Batu Akik disela-sela bekerja.
Ilustrasi

POJOKSATU.id, CIANJUR – Bukan hanya di luar daerah atau di luar negeri saja, ternyata keunikan dan keanekaragaman batu akik sampai di Kabupaten Cianjur. Bahkan, hasil alam dari Cianjur pun kian terkenal melalui penemuan sejumlah nama dan jenis batu akik di Kampung Rawa Sampih RT03/RW06, Desa Kemang.

Menurut, Ahmad Basuki (55) seorang warga setempat juga sekaligus sebagai pencari bongkahan batu akik, potensi sumber alam berbagai jenis batu akik tersedia di wilayah Desa Kemang.

“Berbagai macam batu akik keramat di daerah ini banyak ditemukan dan keasliannya terjamin,” aku pria yang akrab disapa Abah Ahmad ini. Desa Kemang terkenal dengan masyarakat yang mengelola daun pisang.

Sayangnya, selama ini tidak ada yang peduli dan dilirik pemerintah melalui dinas terkait. Bila hasil alam seperti batu akik asli daerah Kemang dikembangkan dan dipublikasikan ke seluruh Indonesia, tentunya akan menjadi suatu penghasilan bagi warga setempat sebagai pengrajin batu akik.


“Selama ini masih belum ada pemerintah yang mau melirik dan mendorong penuh hanya sebatas melihat dan tahu. Padahal, bila dipublikasikan ke luar daerah bisa menjadi peluang bisnis kerajinan tangan untuk ke depannya secara berkesinambungan,” beber Ketua PAC Pemuda Pancasila Bojongpicung, Soleh Hidayat.

Dia memaparkan, berat bongkahan batu akik mulai dari sekitar tiga kilogram (kg) sampai puluhan kg. “Saya selaku warga sini berharap kepada pemerintah agar mendukung penuh hasil alam batu akik kembang. Karena,terbukti banyak berbagai macam batu akik tidak kalah dengan daerah lain, bahkan luar negeri sekali pun,” papar Soleh, tokoh pemuda setempat kepada wartawan koran ini.

Sementara itu, ada berbagai macam bongkahan batu akik berbagai jenis dan namanya. “Cerita singkat, amanah dari nenek moyang untuk memanfaatkan dan mengembangkan hasil alam di wilayah tersebut. Riwayatnya berawal dari akik kijang, perah kijang, ceker kijang, pisau kijang, batu kuda semprani (cekernya).

Pada intinya,sebagai koleksi dan harapannya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkesinambungan,” timpal Abah Ahmad lagi. Sementara itu, masih ada beberapa batu akik lainnya diantaranya seperti batu akik sabun ditemukan di Gunung Paranje daerah Desa Kemang.

Potensi Desa Kembang hasil alam berbagai jenis batu akik begitu unggul dan banyak sekali dibanding luar daerah dan luar negeri bila ditelisik hingga sampai ke akar-akarnya.

“Untuk harga tinggal datang saja ke sini bisa nego. Harga bongkahan batu akik asli daerah Kemang yaitu dari mulai sekitar ratusan hingga jutaan rupiah. Bahkan, sudah terkenal dan banyak masyarakat luar daerah Cianjur mengetahuinya,” tungkas Didin (25) warga setempat.(mat/dep)