Categories: Bogor

Larangan Plat B Masuk Puncak Bogor, Ini Kata Bupati dan Pelaku Bisnis

POJOKBOGOR.com — Pemerintah rencananya akan memberikan dua opsi sebagai solusi mengurai kemacetan di kawasan Puncak Bogor. Pilihan tersebut antara lain diterapkannya sistem ganjil genap atau pelarangan masuk kendaraan berpelat B yang mendapat penolakan keras dari Bupati Bogor, Ade Yasin.

Menurut bupati Ade Yasin, peraturan tersebut mengancam sumber pemasukan tempat wisata di Kabupaten Bogor bagian Selatan. “Pengunjung tempat wisata rata-rata orang Jakarta. Aneh, Puncak-kan tempat wisata,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa yang perlu dilakukan segera saat ini adalah pelebaran jalan raya Puncak. Ia menyebutkan bahwa biang kemacetan yang selama ini terjadi disebabkan ruas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan.

“Solusinya adalah segera dibangun Jalur Poros Timur Tengah (PTT) atau Jalur Puncak II. Bukan pelarangan kendaraan plat B. Kasian para pelaku usaha di Puncak, hotel, restoran,” katanya.

Baca Juga: 28 Saksi Kasus Pembunuhan Noven di Jalan Riau Diperiksa, Polisi Masih Kesulitan Cari Pelaku

Selain Bupati Bogor, penolakan juga datang dari para pelaku bisnis kawasan tersebut. Seperti Event Manager Taman Wisata Matahari, Ilham menyatakan bahwa terkait rencana pencanangan kedua skenario sebagai dasar pemecah masalah kemacetan tersebut pastinya mengguncang dunia pariwisata Puncak.

Ia juga mengatakan, Pemkab Bogor juga akan turut dirugikan, karena keduanya pasti akan menganggu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor industri pariwisata. “Tidak hanya pemerintah dan pelaku usaha, perekonomian warga sekitar juga akan menurun. Apalagi warga yang memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM),” terangnya, Minggu (27/1).

Terkait dengan penurunan PAD, sambung Ilham, Pemkab Bogor pastinya juga tidak ingin kehilangan pajak pendapatan. Karena kedua skenario ini akan sangat berimbas terhadap pajak yang berasal dari para wisatawan. Sementara saat ini, kata dia, untuk PAD sektor pariwisata Puncak, menyumbang sebanyak 40 persen pendapatan daerah.

“Untuk PAD sektor pariwisata nilainnya cukup bagus. Mungkin kalau kedua skenario itu diterapkan, PAD bisa turun setengahnya,” terangnya.

Pasalnya, para pengunjung yang hendak berwisata di Puncak rata-rata membawa kendaraan berplat B. Bahkan, untuk TWM sendiri, jumlah kunjungan wisata yang mendominasi berasal dari Jabodetabek. “Jakarta yang paling dominan. Pengunjung pariwisata Puncak itu 80 persen dari luar Bogor,” ungkapnya.

Namun , terkait dengan kedua skenario tersebut, lanjut Ilham, pihaknya sejauh ini juga belum mendapatkan sosialisasi dari pihak-pihak berkaitan. “Sebagai pelaku industri pariwisata kita mengikuti dulu, kita tidak mau bilang itu salah atau benar. Kita juga masih belum ada koordinasi sesama pelaku pariwisata,” paparnya.

Pendapat yang sama dikatakan oleh salah satu owner Restauran KM 77, Kecamatan Cisarua, David beranggapan bahwa pemberlakuan ganjil-genap maupun pelarangan plat B akan menutup sumber pendapatan bagi para pelaku usaha di kawasan Puncak.

Karenanya, kebijakan seperti satu arah (One Way) di Puncak Bogor dirasa sudah merugikan sekian persen pendapatan pengusaha maupun pedagang kecil lainnya. “Waktu libur, diberlakukan One Way, pasti pendapatan pedagang turun. Tapi gak begitu signifikan. Coba bandingkan kalau plat B dilarang?,” tegasnya.

(hal/rp1/rb/pojokbogor)

Halim

Share
Published by
Halim
Tags: Kabupaten BogorPuncak Bogor

Recent Posts

  • Bandung
  • Internasional

Video Gyro Drop Bikin Ingat Film Pendek Perlihatkan Taman Hiburan Ekstrem

Film berjudul The Centrifuge Brain Project itu dibuat Till Nowak pada 2012. Saat itu Till Nowak menggunakan campuran rekaman aksi…

19 Juni 2019 06:59 WIB 06:59
  • Bandung
  • Bogor
  • Persib

Hasil Imbang Bikin Tira Persikabo Puas, Penjaga Gawang Persib Ambil Sikap

Kita cukup efektif dalam memberikan treatment dalam serangan balik. Sayang ada beberapa momen yang disia-siakan. Tapi ini merupakan bagian dari…

19 Juni 2019 06:06 WIB 06:06
  • Bandung
  • Berita Menarik
  • Nasional

Mengejutkan! Aparat Penegak Hukum Bakal Jadi Saksi Kecurangan Pilpres 2019 di MK

Ketua Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto akan menghadirkan saksi berlatar belakang aparat penegak hukum dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di…

19 Juni 2019 06:02 WIB 06:02
  • Bandung
  • Berita Menarik
  • Nasional

Dana Kampanye Jokowi-MA Naik Drastis Rp19 Miliar Disebut Pria Ini Hanya Salah Input

Pembengkakan dana kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar Rp 19 miliar disebut hanya kesalahan input data.Dana ini naik drastis dalam 13 hari.

19 Juni 2019 05:46 WIB 05:46
  • Bandung
  • Bogor
  • Persib

Persib Bandung VS PS Tira Persikabo Imbang, Peringkat dan Poin Sama?

Pada laga tunda pekan kedua Liga 1 2019 ini, tim PS Tira Persikabo dan tim Persib bandung bermain imbang 1-1.…

19 Juni 2019 05:25 WIB 05:25
  • Bogor

Keluarga Korban Bunuh Diri di Tansa Sebut Permintaan Penting

Pintu dalam keadaan terbuka dan lehernya terjerat ikatan kain samping

19 Juni 2019 00:07 WIB 00:07