MUI Kabupaten Bogor Sangat Mendukung Pidana Perzinaan

pencabulan
Ilustrasi Pencabulan

POJOKJABAR.com, BOGOR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabuaten Bogor, sepakat dengan kepolisian yang mempidanakan pelaku perzinahan. MUI menilai, kasus yang menimpa warga Desa Lawangtaji, Kecamatan Cigudeg, seharusnya bukan lagi sebagai delik aduan.

Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji mengatakan,  ancaman hukuman berat bagi pelaku perzinahan adalah kepantasan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

“Dalam Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia 2015, MUI mendukung rumusan norma hukum tindak pidana kesusilaan sebagaimana tercantum dalam Bab XVI mulai Pasal 467-503. Antara lain mengenai kesusilaan, pornografi, zina, perbuatan cabul, perkosaan, dan perjudian,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (16/02/2016).

Selain fatwa, MUI juga mendukung langkah kepolisian dalam menetapkan pasal 284 KUHP soal perzinahan. Dalam pasal itu tercantum hukuman sembilan bulan penjara bagi para pelaku perzinahan. Menurut Mukri, keberadaan pasal ini bisa sangat membuat para pelaku jera.


“Negara ini negara dengan dasar pancasila. Artinya, semua ketentuan yang sudah menjadi tindak pidana harus dijalankan sebaik-baiknya. Jangan sampai, hukuman yang diterima tidak optimal sehingga para pelaku mengulangi perbuatannya,” tandasnya.

(dka/ radar bogor )