Tak Ada Kejelasan, Petani Minta Ketegasan Bupati Bogor

longsor
Ilustrasi Bencana Longsor . FOTO : Andika / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Kisruh antar petani ikan di Kecamatan Pamijahan dengan PT JDG masih terus berlanjut.

Hingga kini, tuntutan para petani soal realisasi ganti rugi akibat longsor, belum terwujud. Masalah ini sudah mereka adukan ke Bupati Bogor, Nurhayanti.

“Sudah jelas pernyataan dari Dinas Perikanan pada rapat 1 Februari lalu, matinya ikan milik petani karena lumpur, bukan karena penyakit. Ikan milik para petani kekurangan oksigen,” ujar Humas Paguyuban Petani Ikan Air Deras Pamijahan, Aria Suryadinata kepada pada Radar Bogor, Senin (15/02/2016).

Pada rapat itu, kata Aria, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan longsor merupakan bencana alam. Hasil musyawarah di Kecamatan Pamijahan, juga melahirkan kesepakatan.


Poin pertama, PT JDG ingin memberikan bantuan Rp750 juta kepada petani yang sudah kolaps usahanya selama tiga bulan.

Kedua, PT JDG akan menurunkan tim independen yang dibentuk kecamatan untuk validitas data kematian ikan yang didampingi petani.

“Ketiga belum terjadi kesepakatan masalah ganti rugi antara PT JDG dan petani sehingga  point satu dan dua tidak mengikat. Intinya, yang belum sepakat yaitu point tiga. Kami rencananya mau audiensi dengan Bupati terkait masalah ini. Kami minta ketegasan pemerintah,” tegas Aria.

(dka/ radar bogor )