Miris….Bocah Bogor Ini Sembilan Tahun Hanya Terbaring

Zoe Lydia (9), penderita hydrocephalus, hanya bisa berbaring di atas kasur khusus yang disediakan oleh pihak panti.

POJOKJABAR.com, BOGOR– Hidup bahagia dan normal adalah impian semua manusia. Namun, tidak bagi bocah mungil bernama Zoe Lydia (9). Sejak lahir dirinya ‘dibuang’ oleh orang tuanya dan juga mengidap penyakit Hydrocephalus.

Sejak lahir pula Zoe tinggal dengan 50 anak di Panti Asuhan Bukit Karmel yang terletak di Jalan Bukit Karmel No 3 Kampung Pasir Angin RT 3 RW 4 Desa Pasir Angin Kecamatan Mega Mendung Kabupaten Bogor. Seumur hidupnya, dia hanya bisa berbaring di atas kasur khusus yang disediakan oleh pihak panti.

“Sejak lahir dia sudah lumpuh, umur 3 minggu dia sudah dioperasi,” kata Femi Tampangnelah, pengasuh sekaligus pengurus Panti Asuhan Bukit Karmel

Terlebih, kondisi Zoe saat ini sangat-sangat memperihatinkan. Pengelihatan dan pendengaran yang tadinya normal saat ini sudah tidak berfungsi lagi.


“Tadinya dia ini orangnya ceria, cerewet, tapi setelah operasi yang kesekian kalinya, dia jadi gak bisa melihat dan mendengar,” tambah Femi

Perjuangan Zoe tidak sampai disitu, sejak lahir ternyata dia tidak dianggap oleh orang tuanya.

“Sejak lahir orang tuanya menitipkan dia di panti ini, tapi setelah tahu kalau dia ada penyakit itu orang tuanya kabur dan tidak ada kabar sama sekali,” tutur Femi

Zoe hanya bergantung kepada uluran tangan donatur yang menyumbangkan bantuan kepada panti ini. Hingga saat ini Zoe masih melakukan perawatan rutin.

“Sebulan sekali check up di RSCM, dan seminggu sekali terapi di PMI,” ujar Femi

Sudah tidak terhitung berapa biaya yang dikeluarkan panti untuk merawat Zoe. Bahkan dalam 1 kali operasi saja pihak panti harus menghabiskan biaya kurang lebihnya 100 juta rupiah. Kondisi yang makin memburuk mengharuskan pihak dokter memasang selang di dalam tubuh Zoe, hal itu dilakukan karena untuk membuang cairan yang berada di dalam otak kiri.

“Ada 2 selang yang dipasang dari kepala hingga lobang dubur zoe,” tambah Femi

Tidak ada perhatian lebih dari dinas terkait dalam hal ini.

“Kami hanya bisa berdoa, dan mengharapkan uluran tangan para donatur untuk Zoe ini,” tutup Femi sembari membersihkan air matanya saat ditemui Pojokjabar.com.
(dmas/pj)