Keterlibatan Kadus di Kabupaten Bogor Terhadap Narkoba Ternyata Bisa Menular

tes urine di kabupaten bogor
TELITI: Petugas BNN mengecek hasil tes urine untuk mengantisipasi peredaran narkoba di kalangan masyarakat, beberapa waktu lalu. FOTO : Dokumen Radar Bogor .

POJOKJABAR.com, BOGOR – Sementara itu Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Fuxie mengatakan, itu terjadi karena mereka merasa berkuasa dan bisa melakukan apa saja. Ini merupakan sifat-sifat asli apratur desa.

“Dari kacamata sosiologi, fenomena aparatur desa dan kepala desa terlibat dalam bisnis narkotika, karena mereka merasa memiliki kekuasaan dan fasilitas. Ini  akan memunculkan sifat asli seseorang,” ujar Fuxie.

Menurut Fuxie, ini harus segera diantisipasi pemerintah Kabupaten Bogor. Sebab, orang yang punya kedudukan akan menularkanya kepada bawahan. Jika atasan mengkoinsumsi narkoba, tidak menutup kemungkinan menular kepada staf desa.

“Ini sangat bahaya jika dibiarkan. Mereka akan menularkan kepada bawahan. Karena kades dan aparatur desa  memiliki kekuasaan. Dengan kekuasan mereka bisa mempengaruhi bawahannya,” tandas Fuxie.


Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dusun Dua, Desa Tlajungudik, DM (38) diringkus polisi saat mengkonsumsi sabu-sabu, Senin (8/2/2016).