Nah Loh, Pakar Gizi Indonesia Sebut Ada 103 Kasus Gizi Buruk di Kabupaten Bogor

penderita gizi buruk di kabupaten bogor
GIZI BURUK: Relawan Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid, Desi Suprihatini menggendong Rasidi yang kondisinya sudah kurus dan tidak berdaya ke rumah sakit, Selasa (19/01/2016). FOTO : Roni / Radar Bogor.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Gizi buruk di Kabupaten Bogor ternyata masih cukup banyak. Dalam kurun waktu 2015, Pergizi Pangan Indonesia, mencatat ada sekitar 103 kasus gizi buruk di Kabupaten Bogor.

Pergizi Pangan Indonesia merupakan perkumpulan pakar  berbagai disiplin yang berminat dalam pengembangan dan aplikasi ilmu gizi.

Hal ini terungkap dalam seminar  gizi yang berlangsung di gedung Toyopib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian IPB, Rabu (10/02/2016) pagi.

“ Standar gizi setiap remaja atau dewasa masih memprihatinkan,” kata Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. Hardiansyah saat memberikan materi di hadapan ratusan peserta, Rabu (10/02/2016).


Menurut Hardiansyah, hal ini sangat jauh dari standar paduan gizi seimbang yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Dari standar itu, lanjut Hardiansyah, hanya seperempatnya saja yang sudah memenuhi gizi seimbang.

“ Dengan mengkonsumsi buah dan sayur, dapat mengurangi risiko penyakit pembuluh darah, dan stres,” terang Hardiansyah.

Sementara, Direktur Gizi Masyarakat pada Kementerian Kesehatan, Doddy Izwardi, menuturkan, untuk mendapat gizi yang baik tidak harus mahal.

“ Daging itu bisa diganti ikan atau telur,” papar Doddy.

Ia juga menegaskan, seluruh Dinas Kesehatan yang ada di daerah, termasuk Kabupaten Bogor, harus melaksanakan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 tahun 2014.

“ Dari aturan ini sangat jelas, sosialisasi gizi buruk harus dilaksanakan oleh tingkat puskesmas,” tandas Doddy.

(dim/pj)