Bogor Waspada Media Sosial

KOMITMEN: Seorang remaja sedang menandatangani poster yang berisi tagline ‘‘Saya akan hati-hati dalam menggunakan media sosial. FOTO : Maya / Radar Bogor.

KOMITMEN: Seorang remaja sedang menandatangani poster yang berisi tagline ‘‘Saya akan hati-hati dalam menggunakan media sosial. FOTO : Maya / Radar Bogor.


 

POJOKJABAR.com, BOGOR – Keamanan online adalah salah satu hal terpenting bagi banyak orang. Belum lama ini, Walikota Bogor Bima Arya merasakan sendiri pentingnya keamanan online dalam menggunakan media sosal (medsos).

Ya, akun Facebook miliknya dibobol (diretas) dan kemudian diduplikasi. Pelaku kemudian meminta uang kepada sejumlah kolega Bima. Mengalami kejadian tidak mengenakkan tersebut, tak membuat suami Yane Ardian itu jera.

Bima justru menjadikan pengalaman itu sebagai batu loncatan.

“Media sosial ibarat dua mata pisau, bisa jadi berkah tapi bisa juga jadi musibah,” ujar Bima saat menjadi keynote speaker dalam diskusi bertema Hati-Hati dengan Media Sosial: Tantangan dan Peluangnya untuk Kota Bogor, di Bogor Green Room, Balaikota Bogor, Sabtu (17/10/2015).

Dia mengatakan, media sosial merupakan sarana untuk membangun jaringan dan mengetahui perkembangan informasi terkini. Secara positif, dunia maya dinilai egaliter dan bisa menjadi sarana pergaulan yang baik.

Akan tetapi, sejumlah hal negatif juga bisa ditimbulkan dunia maya yang liar dan anonim. Salah satunya, pengalaman negatif yang pernah ia alami saat akun Facebook miliknya diretas dan disalahgunakan.

“Walaupun bermanfaat tapi juga bisa berbahaya, terlebih untuk anak-anak. Karena itu, saya dan istri saya membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak kami,” cetusnya, dalam kegiatan yang diorganisasi oleh para relawan Bogoh Ka Bogor itu.

Penggunaan medsos, kata Bima, harus dibarengi dengan pemahaman dan kesadaran yang baik. Pemanfaatan IT dan medsos diharapkan bisa digunakan
untuk kemajuan Kota Bogor.

Terpisah, pegiat medsos Hariqo Wibawa Satria menjelaskan bahwa media sosial memang menjadi salah satu peluang dalam mempromosikan
apa pun yang dimiliki Kota Bogor.

Misalnya, untuk mempromosikan aset potensial di Kota Bogor seperti tempat pariwisata, produk lokal, kuliner, atau sosok-sosok yang menginspirasi. Medsos juga dapat digunakan untuk mengawasi kinerja pemerintah kota dan SKPD.

Kontrol sosial juga bisa dilakukan oleh siapa saja, dengan menyampaikan ajakan baik di akun medsos masing-masing.

“Sekarang semua orang adalah media, semua orang adalah kantor berita, semua orang wartawan, pemimpin redaksi, sekaligus pemiliknya. Dulu, kita disuapin berbagai konten media, sekarang kita bisa jadi koki. Tapi tantangannya, yang kita sajikan bermutu apa tidak?” pungkas Hariqo.

(radarbogor/ran/c)

Feeds