Angka Putus Sekolah Warga Sukamakmur Masih Tinggi

Grafis (Hartadi Radar Bogor)

Grafis (Hartadi Radar Bogor)


 

POJOKJABAR.com, BOGOR-BUTA huruf jadi permasalahan yang tak kunjung selesai di Desa Sukamakmur. Di sana, jumlahnya masih cukup tinggi. Peran pemerintah pun tampak setengah-setengah.

Padahal, memberantas buta hurup sudah diamanahkan UUD 1945 guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, tercatat 86 ribu warga yang buta huruf.

Jumlah terbanyak ada di pelosok desa. Sedangkan di lumbung padi Kabupaten Bogor, Desa Sukamakmur, ada 497 warga buta huruf.

Penyebab utamanya tingkat pendidikan yang buruk. Dari 6.588 warga, 2.473 warga Desa Sukamakmur tidak pernah menginjak bangku sekolah. Jangankan punya ijazah perguruan tinggi, merasakan bangku pendidikan setingkat TK saja tidak pernah.

Sedangkan lulusan SD di Desa Sukamakmur hanya 691 jiwa.

“Mereka tidak pernah menginjak bangku sekolah,” ujar Sekdes Sukamakmur Badrudin kepada Radar Bogor, Rabu (7/10/2015).

Pendidikan yang jauh dari harapan ini pun diamini Bupati Bogor Nurhayanti. Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu harus mengerutkan dahi karena tingkat pendidikan di wilayahnya masih sangat rendah.

Wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun sulit diwujudkan dalam waktu dekat. Nurhayanti menyebutkan, dari 5,3 juta, angka rata-rata sekolah di Kabupaten Bogor baru 8,03 tahun.

“Wajib belajar sembilan tahun di Kabupaten Bogor masih sangat jauh,” tuturnya.

Meski demikian, ia masih optimis bisa mengurangi jumlah warga buta huruf. Dinas Pendidikan akan mengintensifkan program pemberantasan buta huruf.

Pemkab menargetkan pada 2018, masyarakat kabupaten mengenyam pendidikan paling lama 15 tahun, dan minimal sembilan tahun.

(radarbogor/all/c)

Feeds