Siswi SMP Ciomas di-Bully Sadis, Komnas Anak Turun Tangan

Arist Merdeka Sirait
Arist Merdeka Sirait
Arist Merdeka Sirait

POJOKJABAR.com, BOGOR – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Aris Merdeka Sirait, mengaku ’lemas’ ketika dikabari pewarta terkait adanya kasus penculikan yang didalangi siswi SMP di Kota Hujan.

Ia menilai para belia itu tak mendapat pendidikan moral secara utuh dari keluarga dan sekolah. “Korban dan pelaku termasuk anak-anak. Kasus ini harus benar-benar ditangani sekolah asal dari siswa ini,” cetusnya kepada Radar Bogor, Senin (31/8).

Baca: Ejek Alat Vital Bau, Siswi SMP Ciomas Disiksa Sadis 

Menurut Aris, penculikan termasuk perbuatan pidana dan kejadiannya juga sudah di luar sekolah. Akan tetapi, sekolah asal yang harus betul-betul menyelesaikan masalah tersebut. Yang utama para siswa yang paling bertanggung jawab harus mendapat sanksi.


Menurut Aris, boleh saja kasus ini ditangani polisi. Namun, dia berharap polisi melakukan pendekatan restorasi dalam penanganannya. Sesuai Undang-Undang No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, polisi harus menghadirkan dan mempertemukan korban, keluarga korban, pelaku, keluarga pelaku, guru dari pihak sekolah, dan dinas pendidikan.

“Kalau perlu Komnas PA, tapi itu tergantung kebutuhan. Intinya, polisi tak boleh gegabah karena pelaku dan korban masih anak-anak. Dinas Pendidikan harus proaktif dan tidak boleh cuci tangan,” jelasnya.

(radar bogor/kan/ps)