Tol Bocimi Terganjal Lahan Makam

PEMERATAAN: Alat berat meratakan lahan yang terkena pembebasan dalam megaproyek Tol Bocimi.
PEMERATAAN: Alat berat meratakan lahan yang terkena pembebasan dalam megaproyek Tol Bocimi.
PEMERATAAN: Alat berat meratakan lahan yang terkena pembebasan dalam megaproyek Tol Bocimi.\

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR-Pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) masih terbentur kendala. Pengembang PT Trans-Jabar dan PT Posco E & C Indonesia, masih kesulitan memindahkan lahan makam yang ada di kawasan bakal tol.

“Memang ada persoalan lahan makam. Karena harus hati-hati kalau untuk pemindahaan lahan makam,” kata Bupati Bogor Nurhayanti.

Namun Nurhayanti tidak menjelaskan secara rinci persoalan yang dihadapi, serta solusinya. Ia hanya memastikan, pemkab dan semua pihak terkait sedang mengusahakan agar pemindahan makam berjalan lancar.

Seperti diketahui, pembangunan Tol Bocimi kini sudah berjalan di tahap pemerataan lahan, yakni di paket dua, pada ruas jalan di Ciherang Pondok–Pasir Jaya, sepanjang 5,45 kilometer.


Jika pembangunan itu rampung, pengembang meneruskan pada paket tiga yakni ruas Pasirjaya-Cigombong sepanjang 4,30 kilometer. Total panjang dua paket tersebut mencapai 9,75 kilometer.

“Alhamdulilah, kalau secara keseluruhan, pembangunan sudah berjalan 92 persen di tahap pemerataan lahan,” imbuh Nurhayanti.

Ia menambahkan, pemkab akan memastikan pembangunan tol tersebut tetap berjalan.

“Karena pembangunan tol bocimi sendiri bisa meningkatkan daya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Sekadar informasi, PT Trans-Jabar tol adalah pemegang konsesi ruas Tol Bocimi sepanjang 54 kilometer dengan masa konsesi 45 tahun. Tahapan itu terdiri dari empat seksi yakni seksi I Ciawi–Cigombong (15,35 km), seksi II Cigombong–Cibadak (11,90 km), seksi III Cibadak–Sukabumi Barat (13,70 km), dan seksi IV Sukabumi Barat–Sukabumi Timur (13,05 km).

(radar bogor/nal/c)