Satpol PP Diminta Tertibkan Spanduk Provokasi

PROVOKASI: Salah satu spanduk provokasi yang dipasang oknum tidak bertanggung jawab di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri. (Foto kanan) Direktur PT Ferri Sonneville Maman Daning (kanan) memperlihatkan site plan lahan PT Ferry Sonneville.
PROVOKASI: Salah satu spanduk provokasi yang dipasang oknum tidak bertanggung jawab di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri. (Foto kanan) Direktur PT Ferri Sonneville Maman Daning (kanan) memperlihatkan site plan lahan PT Ferry Sonneville.
PROVOKASI: Salah satu spanduk provokasi yang dipasang oknum tidak bertanggung jawab di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri.

POJOKJABAR.com RADAR BOGOR-Direktur PT Ferri Sonneville, Maman Daning, menyayangkan pemasangan spanduk provokasi yang dipasang sekelompok orang di Kecamatan Gunungputri. Dia minta Satpol PP Kabupaten Bogor, menertibkan spanduk ilegal itu, karena tidak jelas kenenarannya.

Selain spanduk, selebaran yang memojokan pemilik PT Ferry Sonneville, Cynthia G Sonneville, juga disebar oknum tersebut. Dalam spanduk itu, menuding pemilik PT Ferry telah melakukan pemalsuan.

“Kami jelas dirugikan dengan pemasangan spanduk dan selebaran liar ini. Saya sudah kirim surat ke Bupati Bogor, untuk meminta spanduk liar itu ditertibkan,” ujar Maman Daning seperti dilansir Radar Bogor, Senin (31/8/2015).

Tokoh masyarakat Bogor Timur ini, khawatir jika mereka yang menertibkan spanduk itu akan ada gesekan. Sebab, spanduk ilegal itu sengaja dipasang orang yang selama ini bersengketa dengan PT Ferry.


Maman Daning mengaku mendukung proses hukum yang dilakukan Polres Bogor. Namun, menurutnya, spanduk itu bukan dibuat masyarakat, apalagi mengatas namakan pengurus RT/RW. Makanya, spanduk berisi fitnah itu harus segera ditindak.

Tuhuhan kalau PT Perry mencaplok 79 bidang lahan seperti surat selebaran itu, kata dia, tidak benar. Sebab, dalam satplan lahan PT Ferry yang sudah direvisi 2004 dan ditandatangani Bupati Bogor Agus Utara, ada seluas 143 hektare.

Maman tidak membantah kalau ada lahan yang masuk satplan belum dibebaskan, tapi hanya tujuh bidang dengan luas kurang lebih 2 hektare.

“Tidak benar kalau ada 79 bidang,” terangnya.

Menurutnya, dalam selebaran yang mengatas namakan pengurus RT/RW itu juga tidak benar. Pasalnya, mereka sudah cek kepada pengurus RT/RW yang tanda tangannya tercantum dalam selebaran. Mereka juga akan melaporkan provokatornya ke polisi.

Ketua RW 01 Desa Tlajungudik, Maman Bakul yang namanya tercantum dalam selebaran itu mengaku tidak pernah tandatangan. Dia mengatakan, pelaku sengaja memalsukan tandatangannya untuk memprovokasi warga.

“Setelah saya baca dan melihat capnya, saya tidak pernah menandatangani selebaran yang memojokan pemilik PT Ferry. Tadi (Minggu, red), saya sudah baca selebarannya,” terangnya.

Dia minta agar Satpol PP menertibkan spanduk yang berbau provokasi dan mengajak masyarakat melakukan perlawanan kepada perusahaan. Kata dia, spanduk dan selebaran provokatif ini membuat warga tidak nyaman.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Bogor, TB Lutfi Syam mengatakan, mereka akan mempertimbangkan penertiban spanduk itu. Pasalnya, pemasangan spanduk berkaitan dengan kasus pidana.

“Untuk spanduk ilegal milik perusahaan yang tidak ada kontribusi kepada pemerintah, bisa kami tertibkan,” tegasnya.

Namun, kata Lutfi, yang ini beda konteksnya. Sebab, spanduk itu berkaitan kasus pidana yang kewewenangannya ada di polisi. Selain itu, Satpol PP tengah menghindari konflik kepentingan antar dua kubu yang tengah memanas.

“Satpol PP harus netral dan hanya ikut sesuai aturan Perda,” tuturnya.

(radar bogor/azi/c)