Pedagang Pasar Bogor Ngutang Rp3 M

Uang
Ilustrasi Uang.
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR – Tidak jelasnya status hukum pada Plaza dan Pasar Bogor membuat proses pembayaran sewa kios dari pedagang ke Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) mengalami masalah. PD-PPJ mencatat, pedagang Pasar Bogor telah menunggak Rp3 miliar biaya perpanjangan sewa kios yang sudah jatuh tempo sejak 31 juli 2015.

Direktur Operasional PD PPJ, Syuhairi  Nasution mengatakan, masih banyak pedagang yang enggan membayar uang sewa Hak Guna Bangunan (HGB) selama dua tahun kebelakang. Hal itu lantaran adanya perbedaan pendapat di sejumlah pedagang terkait kepemilikan Plaza dan Pasar Bogor.

“Ya, hutang pedagang Pasar Bogor sekitar Rp 3Miliar ke kami,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Senin (31/8/2015).

Kasus pengelolaan Plaza dan Pasar Bogor kini sedang berada di Mahkamah Agung (MA) PD-PPJ harus berurusan dengan  PT Guna Karya Nusantara (GKN) mantan pengelola Pasar Bogor.


Syhairi menuturkan, meski kasus tersebut sedang di MA, proses revitalisasi Pasar Bogor tetap berjalan.

“Masalah itu tidak akan mempengaruhi kinerja kami dalam melakukan revitalisasi Pasar Bogor,” tegasnya.

Proses lelang  sudah hampir mencapai titik finish. Dia pun memberikan ultimatum bagi pedagang sebelum revitalisasi pasar selesai, pedagang yang masih memiliki tunggakan agar  segera melunasinnya. Sebab, jika masih ada tunggakan pasca revitalisasi,  pihaknya tidak bakal  menjamin  pedagang lama bisa kembali masuk untuk berjualan.

“Hal itu sudah merupakan kesepakatan,” tukasnya.

Syuhairi juga menegaskan, batas waktu yang diberikan PD PPJ kepada para pedagang sudah melebihi batas waktu yang ditentukan oleh PD PPJ yaitu tanggal 31 juli 2015. Dia menjelaskan, setiap pedagang di Pasar Bogor masing-masing memiliki Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang diperbaharui setiap lima tahun dan Kartu Kuning yang diperbaharui setiap tahun sekali.

“Kami usir pun bisa karena dokumen yang dimiliki mereka (pedagang,red) sudah tidak valid lagi,” tegasnya.

Jika ada pedagang yang merasa keberatan dengan tagihan HGB yang dibebankan kepada pedagang maka bisa langsung mendatangi PD PPJ.  Dia menyebut, pedagang dibebankan biaya HGB dengan harga yang ditetapkan oleh Direksi PD-PPJ priode sebelumnya dengan harga Rp1.234.000 per-meter.

“Kalau di Pasar Bogor itukan ada pedagang yang memiliki kios lebih dari lima, tapikan itu bisa dicicil kalau memang mau melunasi,” tandasnya.

(radar bogor/hur/c)