Optimalisasi Terminal Baranangsiang Terganjal Pusat

Ade Sarip Hidayat, Sekda Kota Bogor
Ade Sarip Hidayat, Sekda Kota Bogor

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR – Rencana pengalihan Terminal Baranangsiang yang akan dikelola  pusat pada 2016, nyatanya tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ciut untuk meneruskan rencana  optimalisasi Terminal Baranangsiang.

Malahan, pemkot yakin jika pengelolaan terminal tetap bakal dikelola kota, lantaran belum terbitnya peraturan pemerintah (PP). Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, Terminal Baranangsiang merupakan aset pemkot dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Informasi yang kami terima, sampai saat ini pengelolaan masih di tangan pemkot. Jadi, belum secara otomatis diambil oleh pusat,” ujarnya.

Kerja sama antara pemkot dengan PT PGI, kata Ade, akan terus dilanjutkan meski akan beralih kewenangan. Menurut dia, bukan hanya terminal yang rencananya akan beralih kewenangan. Di sektor pendidikan pun, seperti sekolah menengah atas (SMA), akan diambil alih oleh provinsi.


“Sudah kami inventarisasi semua,” kata dia.

Menurut dia, sampai saat ini belum ada pengosongan lahan terminal dan pemindahan terminal ke Wangun (terminal pengganti).

“Yang terpenting sekarang ini bagaimana terminal bisa terwujud,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan jika masalah terminal semakin rumit, lantaran banyak dipengaruhi faktor eksternal. Pertama, ada rencana ditarik kewenangan oleh pemerintah pusat. Kedua, ada rencana pembangunan light rapid transit (LRT) agar dapat masuk ke terminal.

“Jadi, presiden ingin Terminal Baranangsiang terhubung dengan LRT yang akan dibangun,” ungkapnya.

Akibat faktor-faktor itu, lanjut Bima, pemkot harus kembali merevisi nota kesepakatan (MoU) dengan PT PGI.

“Revisi yang akan dilakukan antara lain, desain bangunan yang pasti akan berubah dengan rencana awal, hingga bentuk kerja samanya,” tandasnya.

(radar bogor/hur/c)