Kisah Nenek Pemijat Naik Haji dari Bogor

Sami binti Sanuji (74), bisa naik haji dari hasil menabung upah pijat. | foto: metropolitan
Sami binti Sanuji (74), bisa naik haji dari hasil menabung upah pijat. | foto: metropolitan
Sami binti Sanuji (74), bisa naik haji dari hasil menabung upah pijat. | foto: metropolitan

POJOKJABAR.com, BOGOR – Selalu saja ada kemudahan bagi orang yang benar-benar berniat ingin melaksanakan ibadah haji. Kisah inspiratif ini datang dari seorang nenek tukang pijat yang tidak pernah mematok harga bagi semua orang yang ingin dipijatnya.

Dialah Sami binti Sanuji (74). Nenek 31 cucu ini akhirnya bisa mewujudkan impian menjadi tamu Allah di Makkah.

Setelah menabung selama 15 tahun, nenek Sami terdaftar sebagai jamaah calon haji tahun ini. Ia akan berangkat pada 5 September 2015 mendatang. Perempuan yang akrab disapa Nenek Tiwi ini dikenal warga sekitar sebagai tukang pijat yang melayani pasien di dalam dan luar rumah. Pasiennya tak hanya orang dewasa, melainkan juga anak-anak dan ibu yang baru melahirkan.

Selama menjadi tukang pijat, Nenek Tiwi tidak pernah mematok biaya dan hanya menerima imbalan secara sukarela dari pasien. Dengan rajin, warga asal Medan ini mengumpulkan rezeki yang diperoleh untuk berangkat haji. Sebelum menjadi tukang pijat, Nenek Tiwi juga pernah menjadi tukang cuci pakaian keliling.


“Saya selalu sisihkan uang agar bisa berangkat haji,” katanya.

Kini semua persiapan dan barang bawaan berhaji Nenek Tiwi telah disusun rapi. Anak dan cucunya juga selalu setia membantu untuk memeriksa serta menyusun barang-barang yang akan dibawa ke Tanah Suci.

(metropolitan/rim/els)