Kemarau, Petani Nganggur

Dampak kemarau: Lahan pertanian di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, dibiarkan terbengkalai akibat kemarau panjang.
Dampak kemarau: Lahan pertanian di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, dibiarkan terbengkalai akibat kemarau panjang.
Dampak kemarau: Lahan pertanian di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, dibiarkan terbengkalai akibat kemarau panjang.

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR-Puluhan petani di Desa Kemang, Kecamatan Kemang, kini menganggur. Pasalnya, lahan mereka tidak bisa ditanami akibat kekeringan. Pemerintah Kabupaten Bogor pun diminta kembali melakukan program padat karya.

“Petani sekarang tidak punya pekerjaan. Tukang pupuk tidak laku, pemilik mobil bak yang biasa ngangkut hasil panen juga nganggur,” kata Kepala Desa Kemang Entang.

Dengan begitu, perputaran uang dan pendapatan para pelaku pertanian pun turut mengering. Penghasilan yang biasa digunakan untuk keperluan makan dan biaya anak sekolah, punah dimakan bencana alam tahunan.

Menurutnya, Pemkab Bogor tidak harusnya duduk diam menunggu bencana berakhir. Membiarkan warga Kemang yang mayoritas petani susah.


“Adakan lagi padat karya. Berdayakan masyarakat dalam kegiatan pembangunan, bukan malah diberikan kepada pihak ketiga,” terangnya.

Entang mengaku tidak dapat berbuat banyak mencari solusi dari masalah ini. Pemdes baru menginisiasi membantu warga mendapat air bersih dengan menyediakan pompa air dan mengebor sumur di beberapa titik.

“Ada dua mesin. Malah saya optimalkan juga mesin di rumah saya, jadi warga bebas ngambil air. Saya akan buat lagi di depan kantor desa,” katanya.

Kekeringan air bersih di Desa Kemang, hampir terjadi seluruh wilayah. Namun, yang terparah di tiga RW dari lima dusun.

Melihat kondisi ini, Entang berinisiatif membuat wadah penampungan air di lima dusun.

“Sudah pernah diusulkan, cuma warga belum terlalu apresiasi usulan itu. Ketika sudah terjadi seperti ini, baru pada setuju,” pungkasnya.

(radar bogor/dhi/c)