Bangli Rusak Keindahan Kemang

DISOROT: Bangunan liar yang menjamur di Desa Jampang dan Pondokudik, hingga kini belum tersentuh penertiban.
DISOROT: Bangunan liar yang menjamur di Desa Jampang dan Pondokudik, hingga kini belum tersentuh penertiban.

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR-Penolakan warga Desa Jampang dan Pondokudik terhadap keberadaan bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalan Raya Kemang makin menggeliat. Pasalnya, menjamurnya bangli ini berdampak buruk bagi lingkungan.

Ratusan bangunan yang digunakan tempat usaha ini, membuat lingkungan di dua desa tersebut tampak kumuh. Warga Desa Jampang, Agus Maulana (29) mengatakan, penataan ruang terbuka hijau di desanya rusak akibat bangli.

“Bangunan ini adanya di wilayah ruang terbuka hijau, makanya desa kami tidak punya ruang seperti itu. Belum lagi bikinnya pada di atas saluran air,” bebernya.

Sebagian besar bangli, kata Agus, ada di wilayah yang biasa disebut Parung Hijau. Sebuah lahan luas yang mencakup dua desa. Lahan ini milik pemerintah daerah yang seharusnya difungsikan sebagai lahan hijau.


Sayang, lahan ini banyak disalahgunakan seperti dikotori puluhan warung, pengepul barang bekas, dan pengusaha kayu.

“Lahan itu milik pemerintah. Tidak ada teguran atau peringatan dari pemiliknya (pemkab).  Pedagang juga jadi makin banyak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Satpol PP Kecamatan Kemang Suherman Susilo mengaku pernah mendata bangunan ilegal itu. Hasilnya pun sudah diberikan kepada Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Sudah saya laporkan ke Satpol PP kabupaten, tinggal melakukan action,” ujarnya.

Tudingan miring soal izin yang dikeluarkan kecamatan dan desa, kata Herman, itu tidak benar. Pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi izin kepada pemilik bangli.

“Kalaupun ada, mungkin hanya oknum,” tandasnya.

(radar bogor/dhi/c)