6 Ribu Anak PAUD Makan Ikan Bareng

image
Selain mengikuti Gerakan Ayo Makan Ikan, sejumlah anak PAUD Bogor juga mendapatkan beasiswa.

POJOKJABAR.com, BOGOR – Ada 6 ribu anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Bogor makan bareng ikan. Mereka memenuhi kampus IPB di Dramaga, Minggu (30/8/2015).

“Gerakan Ayo Kita Makan Ikan atau AKMI digulirkan sejak tahun lalu oleh Himpunan Alumni-IPB. Ini sebagai kampanye untuk mendorong masyarakat gemar makan ikan sejak usia dini,” kata Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, Indra Jaya, Bogor, Minggu (30/8).

Indra mengatakan, Gerakan AKMI dilatarbelakangi keprihatinan rendahnya konsumsi ikan di masyarakat Indonesia. Di satu sisi, negara memiliki potensi laut dan perikanan yang sangat besar.

Menurutnya, produksi ikan nasional baru mencapai sekitar 10 juta ton per tahun. Jumlah itu berasal dari 5,5 juta dari perikanan tangkap dan 4,5 dari perikanan budi daya. Jumlah tersebut masih jauh dari ekspektasi yang dicapai, yakni sekitar 50 juta ton.


“Saat ini, tingkat konsumsi ikan masyarakat masih sangat rendah, hanya 34,7 kg per tahun,” katanya.

image
Anak PAUD se-Bogor memenuhi kampus IPB mengikuti Gerakan Ayo Kita Makan, Minggu (30/8/2015).

Menurut Indra, banyak manfaat dari ikan yang sangat baik untuk kesehatan manusia, karena merupakan sumber gizi hewani yang sangat berpotensi untuk membangun kecerdasan, pertumbuhan, dan stamina.

Kepala ikan mampu mencegah osteoporosis, tulang ikan mengandung kalsium, fosfor, dan vitamin D, yang menguatkan tulang manusia, sedangkan daging ikan mengandung protein tinggi, yakni asam amino esensial, yang sangat baik bagi kecerdasan.

image
Sebanyak 6 ribu anak PAUD memenuhi Kampus IPB Dramaga mengikuti Gerakan Ayo Kita Makan Ikan di kampus IPB, Minggu (30/8/2015)

Sementara itu, Ketua Panitia Gerakan AKMI, Nimmi Zulbainarni, menambahkan, kegiatan yang mengangkat tema “Aku Cinta Maritim dan Ayo Kita Makan Ikan” ini juga merupakan rangkaian memperingati Dies Natalis ke-52 IPB dan ulang tahun ke-10 HIMAPAUDI.

“Kegiatan ini juga untuk memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia), yang diselenggarakan oleh HIMAPAUDI se-Indonesia,” kata Nimmi.

(kan/ps)