PD Pasar Abaikan Bos Plaza Bogor

Plaza Bogor
SENGKETA: Status Pasar dan Plaza Bogor sedang dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).
SENGKETA: Status Pasar dan Plaza Bogor sedang dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).

POJOKJABAR.com, RADAR BOGOR – Kisruh antara Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ) dengan PT Guna Karya Nusantara (GKN) terkait Plaza dan Pasar Bogor kembali memanas. Direktur Operasional PD PPJ Kota Bogor, Syuhairi Nasution menuturkan, apa yang dipertanyakan oleh PT GKN  tidak mendasar. Sebab, perjanjian antara PD-PPJ dengan PT GKN sudah berakhir sejak 2013.

“Dasarnya itu peresmian pada 1993. Perjanjian kerja sama itu dihitung sejak peresmian dilakukan,” ujarnya seperi dilansir Radar Bogor, Sabtu (29/8/2015).

Syuhairi tak habis pikir terkait hak guna bangunan (HGB) yang terbit setelah empat tahun masa pembangunan Pasar Baru Bogor. Menurut dia, seharusnya HGB itu keluar sebelum terjadinya pembangunan.

“Kenapa HGB-nya baru keluar tahun 1997? Kami sudah jelas kerja samanya dengan PT GKN selama 20 tahun sejak peresmian dilakukan,” jelasnya.


Pada 1993, kata dia, terjadi transaksi jual beli perorangan antara PT GKN dengan pedagang di Pasar Bogor. Yakni, antara Taufik Iradat selaku pimpinan PT GKN dengan Mintarsih salah satu pedagang Pasar Bogor pada 15 November 1993.

“Transaksi perorangan ini salah satu bukti yang menguatkan kami kalau berakhirnya itu tahun 2013. Kenapa mereka keukeuh ke HGB? Sebab, bisa saja HGB itu habis di 2017 bahkan lebih, tergantung mereka ngurusnya kapan,” kata dia.

Dia menjelaskan, gugatan yang dilakukan PT GKN kepada PD-PPJ melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dimenangkan oleh PD-PPJ. Namun, lantaran PT GKN tidak puas dengan kekalahannya, kemudian pada Januari 2015 keluar surat pemberitahuan kasasi yang  masuk ke Mahkamah Agung (MA).

Sehingga, sampai saat ini PD-PPJ masih menunggu putusan kasasi yang dikeluarkan oleh MA. “Ini sudah terbukti bahwa di PTUN kami menang waktu itu. Memang, sekarang kami masih menunggu putusan inkrah dari MA,” terangnya.

Tak hanya itu, kata dia, prasasti peresmian yang terpampang jelas di Pasar Baru Bogor menjadi saksi jika Pasar Bogor sudah diresmikan pada 1993. Maka, sejak saat itu, perjanjian antara PT GKN dengan PD-PPJ selama 20 tahun sudah mulai berjalan.

“Kalau dia bilang berakhir 2017 berarti lebih dari 20 tahun dong. Kami di sini hanya mengamankan aset milik Kota Bogor,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT GKN, Taufik Iradat mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang terkesan mengingkari perjanjian HGB pada pembangunan Plaza dan Pasar Bogor.

“Investor itu harus dilindungi, jangan memberikan rasa tidak nyaman berinvestasi di Kota Bogor,” ujarnya.

Menurut dia, investasi di Kota Bogor begitu mudahnya dihancurkan, tidak ada perlindungan hukumnya.

“Saya tidak asal bicara, saya bicara dengan fakta, terkait dengan proyek raksaksa Plaza dan Pasar Bogor. Itu merupakan suatu kesatuan, semua hak saya tertuang di atas hitam dan putih,” tandasnya.

(radar bogor/hur/c)