Ingin Haji dengan Palsukan Paspor, Warga Bogor Ini Bayar Rp50 Juta

image
Petugas Imigrasi menunjukan paspor palsu milik salah satu jamaah haji asal Bogor. | foto: gobekasi

POJOKJABAR.com, BOGOR – calon jamaah haji asal Kabupaten Bogor yang masuk Kelompok Terbang (Kloter) 14 Zainal Arifin (42) diketahui menggunakan paspor orang lain. Zainal diketahui menggunakan paspor orang lain saat melakukan boarding pass di Asrama Haji Bekasi, Kamis (27/8) sekitar pukul 02:30 WIB.

Menurut Sekretaris Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat Handiman Romdoni, Zainal ketahuan menggunakan paspor asli milik calon haji Abdillah Ishak Muhasyim asal Kabupaten Bekasi yang gagal berangkat karena sakit keras. Aksi ini terungkap saat petugas memeriksa foto pada paspor.

“Jadi yang bersangkutan menggunakan paspor orang lain. Di Paspor tersebut fotonya Abdillah sehingga petugas melihat ada keganjilan,” tambah Handiman.


Handiman menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan kasus tersebut kepada imigrasi Kota Bekasi.

“Dan proses penundaan sendiri sudah tepat dilakukan, dan terkait penggunaan paspor orang lain kasusnya bisa dipidanakan,” kata Handiman.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kota Bekasi Is Edi Eko Purwanto menambahkan, Zainal merupakan calon jamaah haji yang ikut rombongan pemberangkatan kloter 14 dari Jawa Barat. Seharusnya pukul 05:30 WIB pagi, dia diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, namun karena ketahuan memakai identitas palsu Zainal gagal terbang.

“Tadi pagi kita tangkap,” ujarnya.

Menurut dia, Zainal membawa paspor yang tidak sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya. Padahal, kelengkapan administrasi merupakan syarat utama pemberangkatan haji. Oleh pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kabupaten Bogor akhirnya Zainal ditawari berangkat haji dengan menggunakan paspor milik Abdulah Ishak padahal sesuai ketentuan hal itu dilarang.

“Walaupun orang itu tidak jadi berangkat harusnya tidak boleh digantikan begitu saja. Apa lagi berangkatnya pakai paspor milik orang lain,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara, Zainal mengaku kalau Ia bisa masuk rombongan kloter 14 Jawa Barat atas bantuan seorang pengurus KBIH Kabupaten Bogor Abdul Rahman Nasran (53). Tidak hanya itu, Zainal pun bisa masuk ke dalam rombongan haji dengan dipungut biaya sebesar Rp50 juta. Syarat itu wajib dipenuhi lantaran Zainal ingin berangkat haji dengan cepat.

“Sebetulnya ini masih dalam pemeriksaan, namun pengakuan sementara dia dibantu salah satu orang KBIH dengan membayar biaya sebesar Rp50 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggaran Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat Ajam Mustajam mengaku akan menarik izin KBIH yang diketahui memberangkatkan jamaah haji dengan paspor palsu.

”Nanti akan kami minta keterangan. Kalau terlibat, kami punya kewenangan untuk menarik izin KBIH. Karena itu bukan pelanggaran lagi, itu penipuan,” ujar Ajam saat ditemui di Asrama Haji Bekasi.

Selanjutnya, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) akan menyerahkan ini ke pihak imigrasi. Namun, Ajam menginginkan pelaku jangan sampai dipenjara.

”Saya sih masih toleran pada orangnya, mau menghukum tapi jangan dipenjara. Tapi, semua tergantung imigrasi,” tegasnya.

(fla/c/gb/pos/els)