Warga Sukaluyu Krisis Air Bersih

warga-krisi-air-bersih

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Pemerintah Desa Sukaluyu, masih menunggu bantuan pipa Pemerintah Kabupaten Bogor. Pengajuan sudah lama dilakukan, namun hingga kini belum jelas kapan direalisasikan. Sementara warga, terus menjerit sulitnya mendapatkan air bersih.

Seperti dialami warga Kampung Buniaga, Sawah Garung, Sukaluyu, Jami, Kemang, dan Loa. Mereka sudah bertahun-tahun antre untuk mendapatkan air bersih. Pasalnya, di sana cuma ada satu sumber mata air yang jarak paling dekatnya 2 kilometer.

Kepala Desa Sukaluyu, Sarif Hidayat mengatakan, fenomena kekeringan yang dirasakan warga miskin itu telah terjadi sebelum dia menjabat.


“Tahun lalu kami ajukan pengadaan pipa 7 kilo meter untuk menyambung ke rumah-rumah warga yang tidak punya sumber air,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (29/8/2015).

Dia prihatin melihat warga yang harus abil air dengan akses jalan turunan dan terjal. Sarif mengaku khawatir akan kesehatan warganya, ketika harus kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sulitnya mendapatkan air bersih ini bukan hanya musim kemarau, tapi juga musim hujan. Hampir 1200 KK (kepala keluarga) yang kesulitan mendapatkan air bersih,” terangnya.

Sementara desa hanya mampu buat MCK untuk warga.

“Saya takut banyak yang sakit kulit karena air yang digunakan kotor,” tuturnya.

Tidak hanya warga, pihak sekolah dan pengelola masjid juga merasakan sulitnya mendapatkan pasokan air.

Itu juga diakui Kepala SMPN 2 Tamansari, Agus. Ia mengatakan, air untuk kebutuhan di sekolahnya harus beli tiga hari sekali.

“Satu tangki Rp250 ribu, tiga hari habis,” akunya.

Dia mengatakan, mereka sudah pernah menggali sumur, tapi tetap saja tidak ada airnya. Dia berharap dinas terkait dapat merealisasikan pipanisasi untuk mambantu warga yang butuh air bersih.

(radar bogor/han/c)