Sepuluh Pembalak Liar Diringkus

DIAMANKAN: Sepuluh pelaku pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Kampung Batu Karut, Desa Pasir Buncir, diamankan petugas Polsek Caringin, Kamis (27/8/2015).
DIAMANKAN: Sepuluh pelaku pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Kampung Batu Karut, Desa Pasir Buncir, diamankan petugas Polsek Caringin, Kamis (27/8/2015).
DIAMANKAN: Sepuluh pelaku pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP), Kampung Batu Karut, Desa Pasir Buncir, diamankan petugas Polsek Caringin, Kamis (27/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Petugas Polsek Caringin, mengamankan sepuluh pencuri pohon pinus milik Taman Nasional Gunung Pangrango (TNGP) di Kampung Batu Karut, Desa Pasir Buncir, Kamis (27/8/2015).

Penangkapan pelaku illegal loging ini berawal dari laporan warga sekitar. Dari hasil pemeriksaan polisi hutan (Polhut), ditemukan belasan batang pohon pinus yang sudah ditebang para pelaku.

Tidak hanya mengamankan batang pohon, petugas juga menangkap para pelaku yang kedapatan sedang menebangi pohon pinus. Pohon yang sudah ditebang ini, rencananya diberikan kepada Sutarman, warga Sukabumi.

Kapolsek Caringin, AKP Hariyanto mengatakan, mereka langsung menggiring sepuluh pelaku yang tertangkap menebangi pohon pinus milik TNGP. Selanjutnya, para pelaku dibawa ke Polres Bogor untuk ditindak lebih lanjut.


“Para pelaku punya peran masing-masing, seperti penjual maupun penadah kayunya. Ada 14 batang pohon pinus yang sudah ditebang pelaku dan berhasil kami amankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku baru sekarang tertangkap basah menebang pohon pinus di kawasan hutan lindung. Makanya, petugas akan meningkatkan patroli agar kejadian ini tidak terulang.

“Mereka (pelaku) ngaku baru sekali melakukan pembalakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi PTN Wilayah VI Tapos, Acha Sokoy menjelaskan, penjagaan hutan lindung akan lebih diperketat dengan melibatkan warga sekitar.

“Kami akan koordinasi dengan desa, warga, maupun kepolisian agar kejadian ini tidak terulang,” terangnya.

Sementara Sutarman, yang bertindak sebagai penada hasil curian ini mengaku baru empat bulan menjadi penadah. Kayu ini akan dijual ke luar Bogor.

“Setelah terkumpul, saya langsung cari pembeli kayu-kayu ini,” terangnya.

(radar bogor/nal/c)