Gapoktan Minta Pengembang Bertanggung Jawab

DIKELUHKAN: Anggota Gapoktan dan tiga kepala desa meninjau saluran irigasi Sungai Cihideung dan Susukan Benteng yang tersumbat akibat pembangunan apartemen Dramaga Tower.
DIKELUHKAN: Anggota Gapoktan dan tiga kepala desa meninjau saluran irigasi Sungai Cihideung dan Susukan Benteng yang tersumbat akibat pembangunan apartemen Dramaga Tower.
DIKELUHKAN: Anggota Gapoktan dan tiga kepala desa meninjau saluran irigasi Sungai Cihideung dan Susukan Benteng yang tersumbat akibat pembangunan apartemen Dramaga Tower.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan tiga kepala desa berkumpul di kantor Kecamatan Ciampea, kemarin. Mereka minta pengembang Dramaga Tower, bertanggung jawab atas menyusutnya air Sungai Cihideung dan Susukan Benteng.

Ketua Gapoktan Desa Benteng, Saefudin mengatakan, dialog yang dilakukan antara pihak Dramaga Tower dengan Gapoktan dan masyarakat sudah empat kali. Namun, hingga kini, pengembang belum juga merealisasikan keinginan masyarakat untuk normalisasi sungai.

“Dari zaman Belanda saluran irigasi ini sudah ada dan walaupun musim kemarau tetap mengalir. Gapoktan minta Dramaga Tower memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (28/8/2015).

Sementara itu Kepala Desa Cibanteng, Warso mengatakan, pihak pengembang harus segera memperbaiki saluran irigasi yang tersumbat. Hasil rapat bersama, pihak Dramaga Tower bersedia bertanggung jawab untuk memperbaiki saluran.


Unit Pelayanan Teknik (UPT) Pengairan Kecamatan Ciampea, Bambang TB menambahkan, mereka sudah menegur pihak Dramaga Tower. Pelanggaran yang dilakukan antara lain, penyempitan Sungai Cihideung.

Pihak pengembang membuat tembok penahan tanah (TPT) anak sungai Cisadane dan Ciliwung. “Pelanggaran ini juga sudah kami laporkan ke Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabuapten Bogor,” katanya.

Sementara itu Petugas Lapangan Dramaga Tower, Ujang menuturkan, awalnya pengairan kali Cihideung tertutup ilalang. Makanya, pihak Dramaga Tower berfikiran saluran itu sudah tidak berfungsi.

“Setelah peninjauan langsung bersama Gapoktan, kepala desa dan UPT Pengairan, tersubatnya aliran ini akan saya laporkan ke pimpinan,” singkatny.

(radar bogor/rp1/c)