500 Ton Sampah Hasilkan 12 MW Listrik

INOVASI: Inilah alat yang akan digunakan pembangkit listrik tenaga sampah dan akan diterapkan di Kabupaten Bogor.
INOVASI: Inilah alat yang akan digunakan pembangkit listrik tenaga sampah dan akan diterapkan di Kabupaten Bogor.
INOVASI: Inilah alat yang akan digunakan pembangkit listrik tenaga sampah dan akan diterapkan di
Kabupaten  Bogor.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) mulai membidik sektor bisnis baru. Perusahaan plat merah itu berencana membuat perusahaan listrik dengan bahan baku sampah.

Direktur PT PPE, Radjab Tampubolon mengatakan, bisnis tersebut memberikan manfaat ekonomis dan juga ekologis. Menurut dia, saat ini volume sampah dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok mencapai 2 ribu ton perhari.

“Sampah yang menjadi masalah ini kita konversi menjadi energy listrik dengan cara proses thermal, pembakaran, energy panas nantinya akan memutar turbin untuk menghasilkan listrik,” katanya

Menurut dia, setiap 500 ton sampah bisa menghasilkan sekitar 12 megawatt listrik. Listrik yang dihasilkan 80 persennya akan dijual ke PT PLN dan sisanya 20 persen digunakan untuk operasional.


“Do’akan saja ini segera terlaksana. Ini murni swasta, tidak pakai APBD,”katanya

Sementara, perwakilan Runh Power Corp, untuk Indonesia Doso Pribadi mengatakan, pemanfaatan sampah untuk bahan baku produksi listrik sudah dilakukan hampir diseluruh Negara. Menurut dia, Indonesia justru sangat tertinggal di bidang green government.

“Negara seperti Thailand saja sudah, di Indonesia sudah ada di Bantar Gebang produksinya hanya 4 ribu megawatt, saya tidak tahu kenapa kecil sekali,” katanya

Doso merekomendasikan perusahaan tersebut dibangun di TPAS Galuga. Menurut dia, kondisi eksisting jumlah sampah di TPAS tersebut bisa digunakan hingga 15 tahun kedepan.

“Kita hanya butuh sekitar 4 hektare kalau kita gunakan 2 modul dan, permodul 500 ton, kita bisa hasilkan 12 megawatt. Kalau kita pakai 100 ton itu bisa 24 megawatt,” katanya.

(radar bogor/ful/c)