Rupiah Kisut, Stok Tempe Bogor Aman

AMAN: Meski rupiah anjlok, stok tempe di Kota Bogor masih tetap aman.
AMAN: Meski rupiah anjlok, stok tempe di Kota Bogor masih tetap aman.
AMAN: Meski rupiah anjlok, stok tempe di Kota Bogor masih tetap aman.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah yang terus melonjak membuat para perajin tahu dan tempe di Kota Bogor resah. Namun, Ketua Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Primkopti) Bogor Mochtar Saraie menjamin kenaikan dolar tidak akan mempengaruhi aktivitas para pengrajin tahu dan tempe di Bogor, yang menggunakan bahan impor kedelai.

“Meski nilai tukar dolar terus naik, harga kedelai masih normal di angka Rp7.250 per kilogram,” ujarnya.

Meski demikian, dengan kondisi itu harga kedelai belum stabil. Menurut dia, dua pekan lalu harga kedelai sebagai bahan dasar pembuatan tahu tempe sempat naik menjadi Rp7.300 per kilogram, namun kini sudah kembali normal.

Dampak melemahnya nilai tukar rupiah kata dia, sepertinya tidak terlalu mempengaruhi jika dibandingkan dua tahun lalu.


“Pernah paceklik kedelai saat itu, harga kedelai mencapai Rp9.300 per kilogram,” bebernya.

Apalagi ratusan pengrajin tahu tempe itu melakukan mogok berjualan serentak. Sebab, pasokan saat itu kosong mulai dari tingkat distributor di Bandung.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pernah tembus Rp13.000 pada tahun 2013. Mudah-mudahan, tahun ini tidak akan terjadi kembali kelangkaan kedelai,” klaimnya

Menurut dia, kebutuhan kedalai juga masih mencukupi dalam satu bulan mendatang. Primkopti menerima pasokan sekitar 100 ton kedelai setiap bulannya, jumlah itu didistribusikan kepada 112 pengrajin tahu dan tempe di Bogor.

“Alhamdulillah, produksi para pengerajin tempe-tahu juga belum terganggu,” pungkasnya.

(radar bogor/ded/c)