Rupiah Anjlok, Money Changer Diserbu

TUKAR DOLAR: Lemahnya nilai rupiah terhadap dolar membuat banyak masyarakat yang mengonversikan uang dolar-nya dengan rupiah.
TUKAR DOLAR: Lemahnya nilai rupiah terhadap dolar membuat banyak masyarakat yang mengonversikan uang dolar-nya dengan rupiah.
TUKAR DOLAR: Lemahnya nilai rupiah terhadap dolar membuat banyak masyarakat yang mengonversikan uang
dolar-nya dengan rupiah.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Anjloknya nilai mata uang rupiah (Rp) terhadap dolar Amerika (USD) juga berpengaruh pada aktivitas penukaran uang di money changer. Seperti yang kita ketahui, rupiah terjun ke angka 14.000 per USD.

Mala, salah seorang karyawati di tempat penukaran uang di Botany Square mengatakan, merosotnya nilai rupiah membuat transaksi penukaran uang meningkat.

“Transaksi juga ikut meningkat,” kata Mala seperti di;lansir Radar Bogor, Kamis (27/8/2015).

Dia menjelaskan, rupiah tepat di posisi 14 ribu mulai pada Senin (24/8/2015) lalu. Sedangkan pekan sebelumnya masih di kisaran angka 13 ribu. Untuk nilai jual rupiah ke dolar adalah Rp 14.150. Perihal tren, kata Mala, lebih banyak transaksi penukaran dari dolar Amerika ke rupiah, ketimbang sebaliknya.


“Rata-rata yang paling banyak menukarkan itu orang lokal daripada orang luar negeri,” tutur perempuan berhijab ini.

Alasan kebanyakan orang Indonesia yang menukarkan dolar mereka ke rupiah adalah untuk keperluan persiapan haji. Selain itu juga alasan bisnis, liburan dan belanja. Sedangkan intensitas orang luar negeri yang menukarkan dolar ke rupiah terbilang masih sedikit.

“Kalau orang lokal nukarnya besar-besar. Katanya sih untuk keperluan haji, tapi ini sebulan yang lalu. Tapi kalau baru-baru ini untuk keperluan pribadi. Sedangkan orang luar negeri masih sedikit. Nukarnya hanya 100 hingga 200 ribuan dolar saja untuk jajan,” jelas Mala.

Transaksi paling besar selama terpuruknya rupiah ini, kata Mala, adalah USD 10 ribu. Artinya bila dikalkulasi rupiah terbesar yang keluar adalah Rp 140 juta. Menurut Mala, kondisi ini justru membuat pihaknya untung.

“Karena banyak rupiah yang keluar jadi kami bisa dibilang untung,” ujar dia.

Mala pun tidak bisa dapat memprediksi pergerakan nilai mata uang ini kapan turun atau bahkan naik. Akan tetapi, bila berkaca dari tren pekan-pekan sebelumnya memiliki kecenderungan meningkat.

“Ya, kalau berdasarkan trennya dari minggu-minggu kemarin naik terus, gak pernah turun,” kata Mala.

Selain dolar Amerika, mata uang yang juga memiliki pengaruh di pasaran adalah Yuan dan dolar Singapura. Nilai belinya yakni Rp 2.200 per Yuan dan Rp 10.100 per dolar Singapura.

Terpisah, anjloknya rupiah juga berdampak di salah satu tempat penukaran uang di Taman Topi Square. Sejak melemahnya rupiah terhadap dolar transaksi penukaran uang sepi.

“Sudah lama sepinya kalau di sini,” kata pemilik tempat penukaran uang tersebut.

(radar bogor/izo)