Pedagang Ogah Direlokasi ke Lahan Sengketa

SIAP MELAWAN: Para pedagang kaki lima yang berjualan di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, tetap menjalankan usahanya meski Satpol PP Kabupaten Bogor sudah menyebar surat edaran terkait eksekusi.
SIAP MELAWAN: Para pedagang kaki lima yang berjualan di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, tetap menjalankan usahanya meski Satpol PP Kabupaten Bogor sudah menyebar surat edaran terkait eksekusi.
SIAP MELAWAN: Para pedagang kaki lima yang berjualan di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik, tetap menjalankan usahanya meski Satpol PP Kabupaten Bogor sudah menyebar surat edaran terkait eksekusi.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Rencana eksekusi pedagang kaki lima (PKL) di Perumahan Gria Bukit Jaya, dikhawatirkan banyak warga akan bentrok. Pasalnya, pedagang yang mayoritas warga perumahan itu siap melakukan perlawanan. Mereka tidak ingin jadi pengangguran akibat tempat usahanya ditutup.

Koordinator PKL RW 25, Usman Jabir mengaku siap melakukan perlawanan bila Satpol PP memaksa pedagang meninggalkan usahanya. Sesuai rencana, hari ini (27/8), Satpol PP Kabupaten Bogor akan melakukan pembongkaran ratusan lapak PKL di Griya Bukit Jaya, Desa Tlajungudik.

“Yang kami inginkan musyawarah. Kalau tiba-tiba ada eksekusi, sama dengan mengkhianati musyawarah yang pernah terjadi di Kantor Desa. Maka, jangan salahkan pedagang jika kami mati-matian mempertahankan periuk nasinya besok (hari ini, red),” tuturnya seperti dilansir Radar Bogor, Kamis (27/8/2015).

Kata Usman, mereka tidak mau direlokasi ke lahan sengketa yang ditawarkan pemerintah desa. Saat itu, semua sepakat mencari solusi terbaik.


“Kami rutin bayar retribusi ke desa Rp500 ribu per bulan. Kok tiba-tiba kami mau digusur?” kesalnya.

Terlebih lagi, kata Usman, dirinya telah mendapat informasi dari staf desa bahwa sudah terjadi kompromi antara kepala desa dengan juragan tanah di Gunungputri terkait relokasi.

“Ada pengusaha yang menawarkan tanah 9.000 meter persegi untuk relokasi. Dan kami tau, bahwa tanah itu bersengketa. Kami jalas tidak mau direlokasi ke tanah sengketa,” tegasnya.

Usman mengatakan, kepala Desa Tlajungudik sudah melakukan kebohongan besar jika pedagang dan warga sudah mau direlokasi. Sebab, hingga kini belum ada kata sepakat lokasi pemindahan pedagang.

Dukungan kepada para pedagang ini juga disampaikan warga setempat, Aripudin. Mantan ketua RW Perumahan Griya Bukit Jaya ini, mengkritisi kebijakan Satpol PP yang begitu ngotot membongkar lapak pedagang. “Pedagang di perumahan ini tidak mengganggu, kok mau dibongkar?” terangnya.

Seharusnya, kata pria yang juga ketua DKM ini, Satpol PP lebih memprioritaskan penertiban PKL di Jalan Raya Tegar Beriman.

“Itu di depan mata, kenapa dibiarkan? Yang di dalam perumahan seperti ini kok lebih diutamakan,” tanyanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor TB Lutfi Syam belum bisa memastikan rencana eksekusi hari ini.

“Kami sedang siap-siap. Kita lihat saja besok (Kamis, red). Kalau tidak ada agenda dadakan, eksekusi akan kami lakukan,” ujarnya.

(radar bogor/azi/c)