Jelang Idul Adha, Harga Sapi Paling Mahal Rp18 Juta

Ilustrasi Hewan Kurban
DARI BIMA: Sapi-sapi dari Bima mulai menyemarakkan penjualan sapi kurban di Bogor untuk Idul Adha nanti.
DARI BIMA: Sapi-sapi dari Bima mulai menyemarakkan penjualan sapi kurban di Bogor untuk Idul Adha nanti.

POJOKJABAR,id, RADAR BOGOR – Satu bulan lagi, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1436 H. Seperti biasa, para penjual hewan kurban mulai marak menjajakan jualannya. Seperti yang terlihat di tempat penjualan sapi di Jalan Semplak.

Penjual sapi khusus kurban, Sumarhadi mengatakan, dirinya sudah berjualan selama empat hari yang lalu. Adapun sapi yang dijual berasal dari Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Semua sapi di sini didatangkan langsung dari Bima. Karena saya juga berasal dari Bima,” ujar Sumarhadi seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (26/8/2015).

Walaupun sapi yang dijual adalah sapi liar alias bukan sapi ternak, Sumarhadi memastikan kualitas dagingnya sangat baik. Sebab, makanan sapi-sapi Bima yang diboyongnya ini alami dari alam, tanpa obat-obatan.


“Kualitas dagingnya lebih padat, lebih besar dan lebih banyak daripada tulangnya yang kecil. Ini ciri khas sapi Bima. Makanya terkenal,” bebernya berpromosi.

Selama empat hari berjualan, Sumarhadi mengaku sudah 30 ekor sapi yang laku terjual. Sapi miliknya yang sudah laris terbeli pun bermacam-macam. Dari harga Rp17 juta, Rp15 juta, dan Rp12 juta. Sekarang tinggal 153 ekor sapi dengan ukuran dan harga yang variatif. Dikatakan, paling murah satu ekor sapi Bima dibanderol Rp12 juta.

“Sedangkan yang paling mahal bisa mencapai Rp18 juta,” sebutnya.

Pembelinya pun beragam. Ada yang dari perorangan, ada pula dari sebuah komunitas.

“Tapi, kebanyakan perorangan. Kalau masjid belum, mungkin masih mengumpulkan dana untuk pembelian hewan kurbannya,” tuturnya.

Sumarhadi juga menegaskan, sapi-sapinya terjamin kesehatannya. Sebelum diberangkatkan, tepatnya masih di Bima, pemerintah daerah setempat telah memeriksa kesehatan sapi-sapi tersebut.

“Dari kampung sudah dicek semua kesehatan sapi, dijamin 100 persen. Baru boleh ke luar daerah,” jelasnya.

Sapi-sapi tersebut didatangkan melalui kapal laut dengan rute pertama, Bima-Surabaya. Sesampai di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sapi-sapi tersebut diinapkan dulu untuk dicek ulang kesehatannya oleh petugas terkait. Setelah dinyatakan sehat, sapi kembali diberangkatkan menuju Jakarta hingga akhirnya ke Bogor.

“Surat pemeriksaan kesehatannya saya punya semua,” akunya.

Selain itu, Sumarhadi juga melayani pesan antar untuk wilayah Jabodetabek.

“Kapan pun kami siap melayani. Jam 1 malam pun siap,” kata dia.

(radar bogor/izo/c)