Cemburu, Istri Dibogem Suami

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi di Kota Bogor. E (20)  warga Gang Kondang, Jalan KS Tubun, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, terpaksa melaporkan suaminya SR (22) ke polisi, Selasa (25/8/2015) . Wanita yang bekerja di salah satu karaoke di Kota Bogor itu mengaku jadi korban kekerasan suaminya.

Menurut korban, penganiayaan itu dipicu oleh kecemburuan sang suami yang melihat istrinya dekat dengan seorang pria lain. Kecurigaan pun bertambah, ketika korban tepergok boncengan bersama rekan kerja prianya saat hendak pulang.

“Selasa dini hari, ketika korban pulang bekerja, dia bersama teman kerjanya kebetulan hendak main ke rumah sang pacar. Namun, saat berada di lampu merah Ciluar, korban diberhentikan suaminya,” ungkap Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor Kota, Ipda Nikomang Armini.


Tanpa tedeng aling-aling. Sang suami langsung meminta korban turun dan membawanya pulang. Namun, kenyataannya korban tak dibawa pulang ke rumah. Korban pun berontak.

“Dalam perjalanan, korban mengancam akan melompat dari motor, jika suaminya tidak menurunkannya. Karena takut mendengar ancamannya, sang suami pun akhirnya memberhentikan motornya. Namun, saat turun itu pelaku langsung menampar pipi sebelah kanan korban,” papar Nikomang.

Korban pun jatuh tersungkur. Akibatnya, dia mengalami luka memar pada bagian kepala hingga lehernya. Setelah itu, korban pun menceritakan perlakuan kasar suaminya kepada sang kakak. Dia pun diarahkan untuk melaporkan tindakan kekerasan itu ke polisi.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 44 Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Kami terlebih dahulu akan menunggu hasil visum dari rumah sakit. Setalah hasil visum keluar, pelaku akan diberikan surat panggilan satu dan dua. Hingga selanjutnya dilakukan penangkapan,” tandasnya.

(radar bogor/fdm/c)