250 Hektare Sawah Terancam Fuso

KEKERINGAN: Petani di Desa Cibeteung Muara terancam gagal panen akibat kekeringan.
KEKERINGAN: Petani di Desa Cibeteung Muara terancam gagal panen akibat kekeringan.
KEKERINGAN: Petani di Desa Cibeteung Muara terancam gagal panen akibat kekeringan.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Memasuki bulan keempat musim kemarau, para petani makin menjerit. Sedikitnya, 250 hektare lahan pertanian di Desa Cibeteung Muara, Kecamatan Ciseeng, terancam gagal panen.

Kekeringan air yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Bogor ini pun mulai mengusik sektor pertanian. Tak hanya warga yang sulit mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, petani pun terkena imbasnya.

“Saluran irigasi yang biasa kami pakai sekarang kering. Kering begini sudah sejak tiga bulanan. Kalau begini terus, kami bisa gagal panen,” ujar Muhamad Saleh (56), salah satu petani, seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (26/8/2015).

Sulitnya akses untuk mengairi sawah ini, jelas mengancam hajat hidup puluhan petani yang bergantung pada musim panen bulan ini. Lelaki paruh baya ini berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa memberi solusi pasti dalam mengatasi persoalan ini.


“Dinas Pertanian atau apalah itu supaya bisa bantu kami menyelamatkan panen. Kalau tidak dari sini, dari mana lagi penghasilan kami?” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cibeteng Muara, Saryadih menjelaskan, kekeringan terjadi di beberapa titik. Di antaranya, Kampung Cibeteng Muara RW 4, Kampung Legok Henang RW 3, dan Kampung Pabruaran RW 1.

“Ada sekitar 250 hektare sawah yang kering dan terancam gagal panen,” terangny.

Jika kondisi ini terus berlarut tanpa ada solusi dari Pemkab Bogor, Suryadih yakin petani bakal gagal panen. Demi menanggulangi persoalan ini, pihaknya berupaya mengatasinya dengan cara menyedot air Sungai Cisadane.

“Sementara untuk mengairi pesawahan, petani terpaksa menyedot air Sungai Cisadane,” tandasnya.

(radar bogor/dhi/c)