Peternak Ayam Bangkrut, Disnakan Salahkan Pusat

KOSONG: Penjaga kandang sedang membersihkan tempat makan dan minum ayam di kandang yang belum diisi.
KOSONG: Penjaga kandang sedang membersihkan tempat makan dan minum ayam di kandang yang belum diisi.
KOSONG: Penjaga kandang sedang membersihkan tempat makan dan minum ayam di kandang yang belum diisi.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Melambungnya harga ayam potong di pasaran, berdampak buruk terhadap para peternak. Bahkan, mereka berhenti beroperasi akibat merugi. Seperti dialami salah satu peternakan ayam di RT 04/10, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong.

Salah satu pemilik peternakan, Usep mengaku gulung tikar akibat harga ayam yang tidak stabil.

“Kami sudah tidak membesarkan ayam sejak dua bulan terakhir,” keluhnya seperti dilansir Radar Bogor, Selasa (25/8/2015).

Sebelumnya, menurut dia, harga bibit ayam yang biasanya Rp1.500 sampai Rp2.000/ per ekor, kali ini menjadi Rp7.000.


“Sekarang mah emang dari perusahaannya sudah mahal Kang. Jadi, saya juga masih bingung kalau mau ternak lagi,” kata warga Kelurahan Harapan Jaya itu.

Selain bibit, harga pakan yang melambung juga menyulitkannya. Hal itu terjadi setelah mengalami kenaikan pakan hingga Rp10.000/ per karung. Dia menambahkan, harga daging ayam yang tidak stabil membuatnya ragu membesarkan ayam untuk dijual ke pedagang eceran.

Selain harga modal yang sudah melambung tinggi, dia juga mengkhawatirkan dengan keadaan cuaca ekstrem yang belakangan melanda Kabupaten Bogor. Menurutnya, kesehatan ayam sangat rentan dengan cuaca yang tidak menentu.

“Belum lagi, sekam yang digunakan untuk menghangatkan ayam saat ini sulit dicari akibat banyak petani yang gagal panen,” kata Usep.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Siti Farikah mengatakan, banyaknya peternak yang bangkrut merupakan gejala nasional terhadap telur yang dibatasi. Sehingga, harga bibit melambung.

“Harga pakan dan bibit juga semakin tinggi sehingga menyebabkan harga ayam semakin melambung. Para peternak juga enggan mengambil risiko,” kata Farikah.

Ia mengaku, pihaknya sudah mengumpulkan para peternak untuk membahas meroketnya harga unggas.

“Kami sepakat memberikan usulan ke pusat untuk kembali tidak membatasi bibit ayam yang diternakkan,” kata Farikah.

Dia mengklaim, saat ini para peternak sudah mulai kembali membesarkan ayam, sehingga sebulan ke depan harga ayam sudah mulai stabil.

(radar bogor/rub)