Permen Narkoba Diprediksi Dibuat di Bogor

TELITI : Petugas BNN memeriksa urine para camat se- Kabupaten Bogor.
TELITI : Petugas BNN memeriksa urine para camat se- Kabupaten Bogor.
TELITI : Petugas BNN memeriksa urine para camat se- Kabupaten Bogor, Senin (24/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Bogor bersiap merazia permen narkoba di berbagai tempat umum. Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budi mengatakan, sasaran di antaranya sekitar lingkungan sekolah.

Lebih lanjut ia mengatakan, peredaran permen mengandung narkoba bukan soal nilai ekonomi. Bisa jadi, kata dia, narkoba yang dikemas dalam produk yang disukai anak-anak tersebut bertujuan untuk merusak generasi muda Indonesia.

“Dampak yang ditimbulkannya itu sangat berbahaya,” katanya.

Budi mengaku, belum mengetahui di mana permen-permen tersebut diproduksi. Meski beberapa sampel diambil dari Belanda, Budi mengatakan, bukan tidak mungkin permen diproduksi di Indonesia.


“Bisa saja di Bogor, kemungkinan itu bisa saja, apalagi saat ini Bogor menjadi transit dan market yang potensial bagi pengedar,” ungkapnya.

Budi mengatakan, di Bandung, permen yang mengandung ganja dijual hanya Rp1.000 per buah. Meski terkesan murah, menurut Budi, bisa jadi hal itu hanya untuk menarik sebanyak mungkin anak-anak dan remaja menjadi pembeli.

“Kalau peredarannya ribuan atau hingga jutaan buah, itu secara ekonomi tentu menggiurkan juga bagi pengedar,” katanya.

Sementara itu, masih adanya pejabat pemkab yang terjerat kasus narkoba menjadi perhatian serius BNNK. Bahkan, Senin (24/8/2015), 40 camat dites urine.

Camat Klapanunggal Asep Mulyana mengatakan, tes urine merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Sebab, pengguna narkoba bukan hanya anak muda tapi juga pejabat daerah maupun PNS.

Selain camat, ia mengusulkan urine para kepala desa juga dites berkala.

“Perlu dilakukan tindakan sedini mungkin untuk mencegah peredaran maupun penggunaan narkoba di lingkungan pemerintahan daerah,” ucap Asep.

(radar bogor/ful/rub)