Jalan Raya Tajur Dibangun, Gunakan Jalur Alternatif

JALUR ALTERNATIF: Jalur alternatif yang dibangun Pemerintah Desa Tajur kini sudah bisa dilalui kendaraan. Ini untuk mengantisipasi jika nanti Jalan Raya Tajur dalam tahap pembangunan.
JALUR ALTERNATIF: Jalur alternatif yang dibangun Pemerintah Desa Tajur kini sudah bisa dilalui kendaraan. Ini untuk mengantisipasi jika nanti Jalan Raya Tajur dalam tahap pembangunan.
JALUR ALTERNATIF: Jalur alternatif yang dibangun Pemerintah Desa Tajur kini sudah bisa dilalui kendaraan. Ini untuk mengantisipasi jika nanti Jalan Raya Tajur dalam tahap pembangunan.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Rencana pembangunan Jalan Raya Tajur sudah diantisipasi pemerintah desa dengan menyediakan jalur alternatif. Kini, jalur sepanjang kurang lebih satu kilometer ini sudah siap dioperasikan.

Kasi Program Desa Tajur, Revalino menerangkan, pembangunan jalan alternatif dengan lebar tiga meter itu telah siap dilalui kandaraan.

“Para pengendara maupun warga bisa melalui jalur ini. Dari Citeureup, bisa masuk melalui Kampung Gonggong dan menembus ke Kampung Pakapuran, Desa Tajur. Begitu juga dari Sukamakmur,” tuturnya seperti dilansir Radar Bogor, Selasa (25/8/2015).

Untuk mengawalinya, anggota Linmas akan diturunkan berjaga-jaga. Sebab, banyak wisatawan hendak ke Sukamakmur melalui jalan Raya Tajur yang akan ditutup karena pembangunan.


“Takutnya banyak yang tidak tahu (wisatawan, red). Petugas Linmas akan disiagakan di gang masuk jalur itu agar bisa memandu,” terangnya.

Pembangunan jalur alternatif ini, kata Revalino, juga untuk mengantisipasi kemacetan saat pembangunan Jalan Raya Tajur yang akan dimulai bulan ini.

“Kalau sudah mulai pembangunan, jalur alternatif ini bisa digunakan,” tuturnya.

Revalino menerangkan, pembangunan jalan dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dilakukan kontraktor PT Safitri Kridatama dengan anggaran Rp2,3 miliar. Beberapa minggu ini jalan akan mulai dicor. Pada saat pengecoran, jalan ditutup total.

Sementara itu, Kepala Desa Tajur Aja Sukarja berharap masyarakat melakukan kontrol pembangunan jalan tersebut.

“Jangan sampai jalan yang menghabiskan dana besar ini asal-asalan. Kalau cepat rusak, artinya kurang kontrol dan pengawasan,” tuturnya.

(radar bogor/azi/c)