Cabai Rawit Saingi Daging Ayam

ilustrasi
MELONJAK: Pedagang cabai rawit merah merapikan barang dagangannya.
MELONJAK: Pedagang cabai rawit merah merapikan barang dagangannya.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR -Kenaikan harga bukan hanya terjadi pada komoditas daging ayam potong dan daging sapi. Harga cabai rawit merah pun ikut-ikutan naik.

Di pasar Ciawi, harga cabai rawit merah tembus diangka Rp80 ribu/kg-nya, dari Rp40 ribu/kg. Begitupun dengan cabai merah kriting yang sebelumnya dijual Rp30 ribu/kg menjadi Rp40 ribu/kg. Cabe rawit biasa dari Rp24 ribu/kg kini menjadi Rp28 ribu/kg.

Kenaikan ini menurut sejumlah pedagang dipicu musim kemarau, dan jelang Idul Adha.

Saya jadi bingung menjualnya. Dari pemasok saya sudah Rp65 ribu per kilonya,” kata Randi, salah satu pedagang sayuran di pasar Ciawi.


Kenaikan ini pun dikeluhkan warga. Mereka khawatir, kenaikan harga cabai akan berdampak pada pengeluarannya.

“Saya juga beli e buat dagang lagi, bisa-bisa pendapatan saya berkurang,” ketus Suryati, warga Kampung Citapen.

Sementara itu, salah satu petani cabai di kawasan Gunung Salak, Rahmat menyebutkan, dalam setahun terakhir, harga cabai telah berfluktuasi antara sekitar Rp 20.000 dan Rp 80.000/kg. Sementara, Ketua Asosiasi Abribisnis Cabai Indonesia, Dadi Sudiana, seperti dilansir VOA versi bahasa Indonesia, sekitar 15 persen dari cabai yang mencapai tujuan rusak atau terlalu kering untuk selera orang Indonesia.

“Pemerintah harus meningkatkan infrastruktur irigasi. Saat musim hujan, kita menanam cabai. Tapi pada musim kemarau, kita tidak memiliki pilihan lain selain mengurangi tanaman kita,” tandasnya.

(radar bogor/nal/voa)