Kian Santang, Batu Asli Bogor yang Masih Langka

KHAS BOGOR: Batu Kian Santang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bogor. Batu ini mulai menyemarakkan penjualan batu alam di pasaran.
KHAS BOGOR: Batu Kian Santang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bogor. Batu ini mulai menyemarakkan penjualan batu alam di pasaran.
KHAS BOGOR: Batu Kian Santang menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Bogor. Batu ini mulai menyemarakkan penjualan batu alam di pasaran.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Keras, memiliki lima warna yang didominasi kuning dan abu, dan motifnya tak beraturan. Selain itu, batu satu ini masuk kategori jasper alias pancawarna dan termasuk pendatang baru di dunia batu alam.

Begitulah karakter batu Kian Santang, batu orisinil khas Bogor. Sekilas, penampakkan batu Kian Santang ini memang mirip dengan batu Pancawarna Garut. Tetapi ketiga karakter tadi yang membedakannya. Nama Kian Santang sendiri diadopsi dari pendekar sekaligus ulama Bogor, Prabu Kiansantang.

Batu ini pun hanya bisa didapatkan di Kecamatan Cigudeg yang berbatasan dengan Banten. Selain itu, batu ini pun terbilang sulit ditemukan. Terbukti dari sekian banyak tempat penjualan batu hanya secuil saja yang menyediakan.

Yudi, salah seorang pemilik tempat penjualan batu akik mengungkapkan, para penambang mendapatkannya di daerah perairan dan pegunungan.


“Tapi kebanyakan didapatkan di perairan, seperti di dekat sungai,” kata Yudi  saat gelaran kontes batu akik di Bogor Trade Mall (BTM) beberapa waktu lalu.

Bicara tentang kualitas, Yudi memastikan batu Kian Santang ini tak kalah dari batu-batu yang sudah ada sebelumnya. Begitupun jika membahas nominal rupiahnya, walaupun belum sefantastis batu Bacan, Kalimaya dan Pancwarna lainnya. Untuk batu Kian Santang yang sudah dalam bentuk cincin dengan diameter yang standar dibanderol dengan harga Rp 3 juta. Artinya, batu Kian Santang sebagai varian baru cukup kompetitif.

“Kembali lagi kalau kita sebagai pecinta batu, batu itu sebenarnya tidak ada standar harga, tapi seni. Jadi apabila ada seseorang tertarik sama batu dan menyenangi batu tersebut, dia pasti rela mengeluarkan kocek yang lebih demi kepuasan dan hobi,” urainya.

“Jadi bisa saja batu ini dibuka dengan harga Rp 3 juta, tapi tidak menutup kemungkinan dibeli dengan harga Rp 5 juta atau lebih oleh pecinta batu yang ngerti seninya batu,” Ujar Yudi.

(radar bogor/izo)