RS Mulia Tolak Pasien BPJS

TOLAK PASIEN: RS Mulia menolak pasien karena menggunakan BPJS.
TOLAK PASIEN: RS Mulia menolak pasien karena menggunakan BPJS.
TOLAK PASIEN: RS Mulia menolak pasien karena menggunakan BPJS.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Kisah seputar pasien yang ditolak rumah sakit (RS) masih saja terjadi di Kota Bogor. Kali ini, korbannya menimpa salah seorang warga Layungsari Kompleks Kehutanan Kelurahan Empang Heru Suparman (82)

Pria tua rentak itu, ditolak RS Mulia Pajajaran Kota Bogor, saat meminta pelayanan kesehatan menggunakan kartu BPJS. Alasannya, kamar penuh. Padahal korban sudah lebih dulu memboking kamar dan sudah mengisi tuntas administrasi.

“Saya sudah booking rungan kelas 2 tapi malah suruh pindah ke kelas 1 ketika sudah di RS Mulia,” ujar Herna Putriani, anak kandung Heru seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (22/8/2015).

Herna menuturkan, pada awalnya sang ayahmendapatkan pengobatan di Rumah sakit PMI. Namun, lantaran ruang rawat inap sudah penuh sehingga RS PMI meminta keluarga untuk mencari rumah sakit lain untuk dijadikan tempat rujukan.


Setelah itu, keluarga pasien pun mendapatkan rumah sakit yang akan menjadi rujukan bagi Heru. Namun, rupanya rumah sakit Mulia Pajajaran yang menjadi rujukan tidak menyambuit baik bagi pengguna Kartu BPJS.

“Padahal saya sudah lebih dulu menghubungi rumah sakit, setelah dinyatakan ada ruangan bagi aya saya. Kami pun mengurus administrasi dan mendatangi sejumlah dokumen dengan mengandalkan Kartu BPJS yang dimilikinya,” bebernya.

Namun, saat dibawa pada Rabu (18/8/2015)  pukul 21:45. Ayahnya malah dibawah masuk ke ruang ICU, sementara itu berdasarkan keterangan petugas rumah sakit jika pihaknya tidak menerima pasien BPJS untuk melakukan perawatan di ICU sehingga Herna diminta daftar ulang menjadi pasien umum dan  harus menyiapkan uang sekitar Rp8,5 juta untuk merawat ayahnya.

“Saya itu bayar di BPJS, dan ayah saya itu dipotong tiap bulan dari gajinya,¨ ungkapnya.

Sudah tak tahan lagi dengan pelayanan RS Mulia, Herna pun membawa pulang ayahnya ke rumah dan kini sudah di bawah ke rumah sakit lain.

Dikonfirmasi, Marketing RS Mulia, Sri mengaku, akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kebagian administrasi terkait penolakan tersebut.

¨Saya akan cek dulu, benar atau tidak kalau ada seperti itu,” singkatnya.

(radar bogor/hur/c)