Objek Wisata Dijadikan Tepat Mesum

DISOROT: Sepasang kekasih sedang mengobral janji di Situ Cilala, kawasan Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Jumat (21/8/2015).
DISOROT: Sepasang kekasih sedang mengobral janji di Situ Cilala, kawasan Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Jumat (21/8/2015).
DISOROT: Sepasang kekasih sedang mengobral janji di Situ Cilala, kawasan Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Jumat (21/8/2015).

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Danau di Desa Jampang dan Desa Cimanggis, Kecamatan Kemang, jadi tempat favorit kaula muda untuk memadu kasih. Pemerintah setempat, diminta membuat aturan atau sangsi agar lokasi ini tidak disalah gunakan untuk kemaksiatan.

Minimnya objek wisata di Kecamatan Kemang, membuat beberapa danau di Desa Cimanggis, Pondokudik, dan Desa Tegal, jadi destinasi wisata bagi masyarakat sekitar. Namun, tindakan muda-mudi dimabuk cinta, malah merusak niatan warga yang hendak menikmati keindahan panorama danau alami itu.

Salah satu tempat paling diminati untuk berbuat mesum, yaitu Situ Cilala di kawasan Perumahan Telaga Kahuripan, Desa Jampang. Warga Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Malik Ibrahim (45), mengaku risih saat melihat pasangan muda mudi yang memadu cinta di bibir danau.

“Mereka seperti tidak punya malu berbuat mesum di tempat umum. Saya sengaja bawa anak sama istri, pengen liburan. Tapi, yang ada malah begituan,” keluhnya seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (22/8/2015).


Pria yang bekerja sebagai buruh pabrik ini berupaya memanfaatkan libur dengan mengajak keluarga kecilnya rekreasi di wisata alam, yang tidak dipungut biaya itu. Sayang, niatan Malik itu kandas karena ulah pasangan muda yang tidak tahu norma.

“Di sini kan enak, bisa santai sambil makan siang, dan melihat pemandangan. Anak juga bisa main. Tapi, yang pacaran kayak ini merusak. Saya terpaksa cari tempat lain,” tandasnya. Kondisi ini juga disayangkan Ketua Karang Taruna Desa Jampang, Abdul Rojak.

Padahal, pihaknya sedang berupaya menggaet berbagai pihak untuk memajukan potensi di wilayahnya.

“Sudah banyak warga ngeluh. Saya juga menolak segala bentuk tindakan negatif. Kami ini wilayah ini bersih dari maksiat,” tegasnya.

Sementara itu Ketua KNPI Kecamatan Kemang, Nur Imam Syaputra, minta polisi dan Satpol PP melarang anak-anak muda berbuat melenceng dari norma.

“KNPI dan warga akan konsisten menolak segala bentuk perbuatan negatif di wilayah ini,” tutupnya.

(radar bogor/dhi/c)