Bangun Resevoir, PDAM Bongkar Bangunan Cagar Budaya

HANCUR: Para pekerja sedang melakukan pembongkaran pada dua bangunan di Jalan Merdeka yang diduga benda cagar budaya.
HANCUR: Para pekerja sedang melakukan pembongkaran pada dua bangunan di Jalan Merdeka yang diduga benda cagar budaya.
HANCUR: Para pekerja sedang melakukan pembongkaran pada dua bangunan di Jalan Merdeka yang diduga benda cagar budaya.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Pembangunan tempat penampungan air (resevoir) di Jalan Merdeka oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memakan tumbal.  Dua bangunan yang diduga Bangunan Cagar Budaya (BCB) digusur oleh PDAM.

Penggusuran dilakukan sejak  Rabu (19/8) lalu. Rencanananya lokasi itu akan dibangun reservoir.  Tim Advokasi LBH Perdjoeangan Kota Bogor Faturrohman mengatakan, dua bangunan yang digusur PDAM sudah berusia diatas 50 tahun. Bangunan itu merupakan milik pribadi warga  keturunan yang dijual ke PDAM Tirta Pakuan untuk dijadikan resevoir. Proses jual beli bangunan  dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Dua bangunan ini boleh dijual, tapi tidak boleh dibongkar karena masuk cagar budaya atau heritage. Dua rumah ini berlokasi di Jalan Merdeka sebelah mess Auri. Lebih baik ini dikelola pemkot untuk kantor atau tempat wisata atau hal lain yang bermanfaat, tetapi nilai sejarahnya tidak hilang, ” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Sabtu (22/8/2015).

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparkraf)Kota Bogor Sahlan Rasyidi mengaku, dua bangunan yang digusur PDAM masuk dalam hasil pendataan Disbudparkraf tentang benda cagar budaya. Namun, memang belum ada penetapan kalau rumah itu masuk benda cagar budaya.


Dari hasil pendataan kata dia, dua bangunan tersebut terindikasi heritage. Indikatornya dilihat dari bentuk bangunan, umur bangunan yang sudah di atas 50 tahun dan data-data pendukung lainnya.

“Itu dulunya bangunan milik orang Tiongkok yang dibeli PDAM, sesuai sertifikat yang kami terima,” jelasnya.

Semestinya kata Sahlan, sebelum transaksi jual beli yang dilakukan PDAM dengan warga keturunan. PDAM lebih dulu berkoordinasi dengan pihaknya. Namun yang dilakukan PDAM, malah melakukan koordinasi dengan Dinas Pengawasan Pembangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor.

Dari penjelasan wasbangkim ini lah pihaknya tahu bahwa bangunan tersebut mau dijadikan resevoir oleh PDAM Tirta Pakuan.

“Ketika pengajuan Januari kemarin dari PDAM, kami sudah lakukan pengecekan ke lokasi, dan bangunan itu masih utuh. Sementara proses kami lakukan, ternyata dilihat Agustus ini sudah rusak,” jelasnya.

Karena sudah terlanjur rusak dan tidak bisa dipertahankan lagi, pihaknya pun menyerahkan masalah ini kepada Walikota Bogor Bima Arya.

“Disposisi walikota pun sudah ada untuk ini,” ujarnya.  Sementara Kabid Pengawasan dan Pengendalian pada Wasbangkim Kota Bogor Agnes Anggriani sepertinya sudah mengetahui pembongkaran tersebut.

“Coba saya cek dulu ke Bidang Tata Ruang. Apa sudah ada konsultasi dengan PDAM. Nanti saya hubungi lagi. Belum ada pembangunan kan?” katanya.

Terpisah, Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Ade Syakban mengaku sedang berada di Padang. Dia menyarankan agar masalah ini ditanyakan ke Sekretaris PDAM  Hendra Setiawan. Dikonfirmais, Hendra Setiawan enggan memberikan komentar. Dia mengatakan agar pertanyaan terkait bangunan terindikasi heritage yang dibongkar PDAM ini dikirimkan melalui email saja.

“Bikin surat tertulis saja ke PDAM, biar tidak salah dalam membahas permasalahannya,” jelasnya.

(radar bogor/ral/c)