Satpol PP Kewalahan Atasi PKL

KEMBALI LAGI: Kawasan Dewi Sartika kembali diserbu PKL. Penertiban yang dilakukan Satpol PP seperti jalan di tempat.
KEMBALI LAGI: Kawasan Dewi Sartika kembali diserbu PKL. Penertiban yang dilakukan Satpol PP seperti jalan di tempat.
KEMBALI LAGI: Kawasan Dewi Sartika kembali diserbu PKL. Penertiban yang dilakukan Satpol PP seperti jalan di tempat.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR – Aksi penertiban ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika dan seputaran Pasar Anyar oleh Satpol PP Kota Bogor sepertinya tidak memberi efek jera bagi pedagang. Pantauan Radar Bogor, kawasan Dewi Sartika sudah kembali dipenuhi PKL. Lapak-lapak yang sempat diangkut petugas, nampaknya dibangun ulang oleh pedagang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Kabid Dalops) Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyah mengatakan, baru sebagian pedagang yang setuju untuk pindah ke kawasan Nyi Raja Permas (zona PKL).

Pihaknya pun, masih melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang agar masuk ketempat relokasi yang sudah disiapkan.

“Masalahnya, ada orang diluar pedagang yang mencoba mempengaruhi para pedagang demi mengambil keuntungan,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Kamis (20/8/2015).


Dari data Satpol PP, masih ada  9.200 PKL yang berusaha di zona yang bukan tempat PKL.

¨Kami melihat dari skala prioritas, jadi sekarang masih fokus menangani PKL Dewi Sartika, sebelum bertindak kedaerah lain,¨ terangnya.

Agus menjelaskan,  penertiban yang dilakukan pihaknya  untuk menegakan aturan. Selama ini PKL tidak tertib. Itu kemudian mengganggu ketertiban umum dan juga hak pejalan kaki yang diambil

¨PKL  mencari nafkah diatas trotoar, itukan secara tidaklangsung mengambil hak pejalan kaki,” tegasnya.

Ada kabar bahwa pedagang yang hendak mengambil lapaknya yang disita Satpol PP harus menebus dengan membayar  Rp 500 ribu. Menurut Agus tidak ada aturan itu.

¨Barangnya sengaja kami bawa dulu biar ada penekanan lebih saat pemiliknya datang kekantor, Kalau memang petugas kami minta tebusan catat namanya dan laporkan ke kami,” tegasnya.

(radar bogor/hur/c)