Bangunan Liar Dibiarkan Menjamur

DISOROT: Bangunan liar yang menjamur di Desa Jampang dan Pondokudik, hingga kini belum tersentuh penertiban.
LANGGAR ATURAN: Bangunan liar di sempadan Jalan Raya Kemang-Parung, Desa Jampang, dimanfaatkan para pengusaha barang bekas untuk menjalankan usahanya.
LANGGAR ATURAN: Bangunan liar di sempadan Jalan Raya Kemang-Parung, Desa Jampang, dimanfaatkan para pengusaha barang bekas untuk menjalankan usahanya.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Menjamurnya bangunan liar (bangli) di sempadan Jalan Raya Kemang-Parung, Desa Jampang, membuat camat dan kepala desa geram. Dua pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan warga ini minta Satpol PP Kabupaten Bogor segera bertindak.

Bangunan semi permanen yang kian menjamur di wilayah perbatasan Kemang dan Parung ini, tak hanya melanggar Perda tentang Tata Bangunan, tapi juga melanggar garis sempadan sungai. Bangunan-bangunan ini digunakan sebagai tempat usaha barang bekas.

Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai aturan untuk menghentikan maraknya bangunan liar.

“Kenapa sampai hari ini belum ada tindakan, silakan tanya kepada dinas terkait. Kewenangannya ada di tangan mereka,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor Kamis (20/8/2015).


Wahyu menegaskan, hingga kini pemerintah kecamatan  tidak pernah merekomendasikan bagi para pengusaha yang menempati bangli itu. Makanya, mereka minta Satpol PP membongkar bangunan liar tersebut.

“Saya minta ketegasan eksekutor untuk bangunan liar itu,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan. Satpol PP, lanjutnya, terkesan membiarkan bangunan liar itu menjamur. Padahal, sudah sejak lama bangunan itu berdiri dan membuat kumuh wilayahnya.

“Ini bangli sudah lama, anehnya tidak pernah tersentuh Satpol PP. Katanya sudah dilaporkan ke atasan,” ujarnya.

Menurut Wawan, bangunan yang dikuasai pengusaha kusen dan barang-barang bekas ini jelas melanggar aturan. Sebab, bangunan itu berdiri di atas tanah negara dan menutupi saluran irigasi.

Bangli ini sudah merebut hak pejalan kaki. Wawan mengaku sudah berulang kali melayangkan teguran, baik lisan maupun tertulis. Atas dasar itu, Wawan minta Satpol PP menindak pelanggaran yang dilakukan pemilik bangli.

“Saya minta Satpol PP bertindak tegas terhadap bangli di sepanjang Jalan Raya Kemang,” pungkasnya.

(radar bogor/dhi/c)