Sepuluh Rumah di Kampung Sengked Terancam Terkubur

TERTIMBUN: Warga menyaksikan alat berat terperosok saat pengurukan di lahan milik IPB Dramaga, Kampung Sengked, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga
TERTIMBUN: Warga menyaksikan alat berat terperosok saat pengurukan di lahan milik IPB Dramaga, Kampung Sengked, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga
TERTIMBUN: Warga menyaksikan alat berat terperosok saat pengurukan di lahan milik IPB Dramaga, Kampung Sengked, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Warga Kampung Sengked, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, kini dihantui longsor susulan. Sebab, longsor yang terjadi Senin (17/8/2015) malam itu akibat pengerukan tanah yang dilakukan pihak kampus IPB Dramaga.

Seperti dirasakan Djainul yang rumahnya berada dekat longsor. Pengerjaan proyek yang akan dibuat parkiran kendaraan itu telah mengusik kenyamanannya.

“Pengerjaan sampai larut malam. Sepuluh rumah di bawahnya terancam tertimbun,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor Rabu (19/8/2015).

Kata dia, air ke rumahnya juga tidak mengalir lagi,  karena damnya tertimbun. Ia menyebutkan, suara gemuruh longsor itu terdengar mengerikan. Walaupun tak makan korban, namun kondisi ini cukup meresahkan. Alat berat pun hingga kini tidak dapat diangkat karena terperosok.


“Longsor sekitar 20 meter ketinggiannya kerena kontur tanah yang labil. Selain alat berat terperosok, pohon-pohon juga hampir menimpa rumah kami karena terbawa tanah. Masalahnya, air kami untuk dua RW juga mampet,” terangnya.

Proyek di samping gedung Common Clash Room (CCR) IPB Dramaga itu akan dibuat parkiran, karena ketika wisuda kendaraan membeludak sampai ke bahu jalan. Sebelumnya, proyek ini dikerjakan PT Cipta Perkasa Prima.

Ditemui di lokasi, bagian Logistik PT Cipta Perkasa Prima, Gofar menyebutkan, mereka kini sudah tidak mengerjakan proyek tersebut.

“Awalnya memang kami yang mengerjakan, tapi sudah dua minggu ini dilanjutkan kontraktor lain,” jelasnya.Gofar pun enggan menjelaskan lebih lanjut peruntukan pembangunan.

“Kami tidak tahu akan dibangun apa. Kami hanya disuruh mengerjakan. Kami juga tidak tahu kalau kontur tanahnya labil,” akunya.

Sementara itu, Kepala Desa Babakan Syaehu Syam mengaku, pihak kampus tidak pernah berkoordinasi.

“Tidak ada koordinasi kepada kami. Saya tahunya, karena ada keluhan warga,” katanya.

Saat kejadian, pemerintah desa, Satpol PP Kecamatan Dramaga, koramil Ciomas, dan Polsek Dramaga sudah turun ke lokasi.

“Kami bersama Polsek Dramaga akan mencoba koordinasikan dulu kepada pihak IPB,” terang Wadanramil Ciomas Bambang Mujianto ditemui di lokasi.

(radar bogor/han/c)