Relokasi Pedagang Pasar Parungpung Kembali Diundur

KOSONG: Pasar Parungpung yang baru selesai dibangun PD Pasar Tohaga hingga kini masih kosong.
KOSONG: Pasar Parungpung yang baru selesai dibangun PD Pasar Tohaga hingga kini masih kosong.
KOSONG: Pasar Parungpung yang baru selesai dibangun PD Pasar Tohaga hingga kini masih kosong.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR–Batas waktu relokasi yang diberikan PD Pasar Tohaga kepada pedagang Pasar Parungpung kembali diundur. Pasalnya, sebagian besar pedagang masih bertahan di tempat penampungan sementara (TPS).

Sebelumnya, relokasi pedagang dijadwalkan pada akhir Juli 2015. Ini dilakukan berdasarkan pertimbangan dari berbagai aspek. Kepala Unit Pasar Parungpung, Mulyadi mengatakan, pedagang masih berdagang di TPS karena belum siap.

“Pedagang masih belum rapi-rapi di pasar baru. Kami melihat pedagang ini belum siap. Kalau kami bongkar TPS, yang ada malah ribut,” ujarnya seperti dilansir Radar Bogor, Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, sudah banyak pedagang menempati tempat di pasar baru. Selain karena waktu yang berbenturan dengan Lebaran dan beberapa hari besar, makanya belum seluruhnya pedagang melakukan persiapan.


“Makanya kami mundur kembali dan sepakat sebelum Lebaran Haji ini pedagang sudah pindah semua. Sayang kan kalau tidak diisi lama-lama,” terangnya.

Di pasar yang baru sendiri, ada 420 tempat yang disediakan bagi 395 pedagang yang memiliki kartu tanda berdagang.

Pasar Parungpung dibangun sejak 2012 dan rampung pada awal 2015. Pada awal selesai, pasar ini terkendala soal listrik. Selama perencanaan relokasi ini, protes dari pedagang memang sudah menggeliat. Menurutnya, harga yang sudah disepakati saat ini berkisar Rp8 juta per meter untuk kios dan Rp6 juta untuk los.

“Harga itu sudah termasuk PPN dan pembuatan surat hak pemakaian tempat berdagang berlaku selama 20 tahun. Memang masih ada penolakan, tapi hanya sebagian pedagang. Bagi mereka yang serius berdagang, sudah mulai nempatin pasar baru,” tukasnya.

(radar bogor/dhi/c)