Proyek Stadion Pakansari Dilanjutkan, Janji Akhir Tahun Rampung

KEJAR TARGET: Material sudah menumpuk di depan stadion.
KEJAR TARGET: Material sudah menumpuk di depan stadion.
                                          KEJAR TARGET: Material sudah menumpuk di depan stadion.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Proyek tahap ketiga Stadion Pakansari mulai dilanjutkan. Tahun ini, pembangunan tribun sisi utara dan selatan. Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Bogor, Yusuf Sadeli mengatakan, proses pembangunan tahap ketiga ditargetkan rampung akhir tahun 2015.

“Nilai anggaran pembangunan sebesar Rp188 miliar,” kata Yusuf Sadeli.

Ia mengklaim, proses lelang stadion Pakansari pun sudah dilakukan sesuai prosedur melalui Kantor Layanan Pengadaan Barang Jasa (KLPBJ) Kabupaten Bogor.

“Pemenang lelang PT Prambanan juga atas keputusan KLPBJ, tidak ada intervensi dari kami,” katanya.


Sementara itu, Kasi Pengadaan Pekerjaan Konstruksi pada KLPBJ Kabupaten Bogor, Joko Pitono mengatakan, proses lelang untuk menentukan pemenang proyek pembangunan stadion pakansari tahap ketiga ditentukan langsung pengguna anggaran yakni Kadispora Kabupaten Bogor.

Dia mengatakan, penunjukan yang dilakukan pengguna anggaran bukan tanpa alasan. Menurutnya, berdasarkan Perpres nomor 70 tahun 2012, KLPBJ hanya menunjuk calon pemenang.

Menurut Joko, proses lelang diawali dengan persyaratan yang diinginkan oleh pengguna anggaran, setelah itu dirangkum dalam satu dokumen, kemudian dilakukan proses lelang. Setelah proses itu dilalui, akan muncul nama calon pemenang.

“Karena nilainya sebesar Rp196 miliar ditentukan pengguna anggaran. Sebab, berdasarkan Perpres 70 tahun 2012 anggaran diatas Rp 100 miliar ditetapkan pengguna anggaran, bukan panitia,” kata Joko saat ditemui di kantornya.

Stadion GOR Pakansari, memang sengaja didesain pemkab untuk memenuhi sarana fasilitas olahraga berstandar internasional. Stadion yang berkapasitas kurang lebih 30.000 penonton itu nantinya juga akan dibangun tujuh venue untuk para atlet, seperti gymnasium, sport hall untuk laga tangkas, kolam renang bertaraf internasional, GOR Basket, GOR bulutangkis dan lapangan golf mini.

Sementara itu, mengenai banyaknya temuan BPK termasuk dalam proyek Stadion Pakansari juga menjadi perhatian pengusaha konstruksi.

Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Kabupaten Bogor, Enday Dasuki menilai, untuk meminimalisir  temuan di tahun-tahun anggaran kedepan, Pemkab harus mulai melakukan evaluasi pelaksanaan pekerjaan proyek infrastruktur di tahap lelang.

Menurut dia, proses lelang yang ada di kantor layanan pengadaan barang dan jasa (KLPBJ) masih belum mengarah pada profesionalisme.

“Proses penentuan pemenang masih menekankan pada harga penawaran terendah. Padahal itu sama sekali tidak jaminan,” katanya.

Dengan penekanan pada harga terendah, kata enday akan membuka pintu bagi oknum-oknum untuk berlaku curang, baik dalam memenangkan tender terlebih dalam pelaksanaan proyek.

Semestinya, lanjut dia, perusahaan yang dimenangkan dengan pertimbangan terpenuhinya syarat teknis. Jika hanya mengacu syarat administrasi, menurut Enday,  semua perusahaan yang ikut lelang memenuhi, tapi kemampuan teknis itu yang harus jadi tolak ukur.

(radar bogor/rub/ful/c)