Giliran Warga Tajur Diteror Babi Hutan

teror-babi-hutan

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Gerombolan babi hutan kini menjadi momok menakutkan bagi warga Kampung Parungponteng, Desa Tajur. Pasalnya, babi hutan ini sering kali muncul secara tiba-tiba malam hari dan merusak tanaman.

Sunarya (41), warga Kampung Parungponteng, mengaku beberapa kali melihat babi hutan di kebunnya. Bahkan, beberapa tanamannya pun rusak.

“Singkong saya habis. Isinya (singkong, red) telah dimakan babi. Pepaya saya juga banyak tumbang dirusak babi,” terangnya seperti dilansirRadar Bogor Rabu (19/8/2015).


Kata Suryana, kakaknya bernama Asep (50) juga sempat diseruduk hewan liar itu.

“Kakak saya sempat berkelahi dengan babi itu. Saat itu, Asep hendak pulang dari kebun dan tiba-tiba babi menyerang,” tuturnya.

Akibatnya, kata Suryana, Asep mengalami luka di lengan dan kaki akibat digigit babi.

“Saat ini lukanya sudah mendingan. Sudah berobat ke puskesmas dan dikasih obat tradisonal juga,” tuturnya.

Hal senada diakui Neneng Nurjannah (20). Neneng sempat melihat beberapa ekor babi berkeliaran di belakang rumahnya. Karena takut hewan jelmaan, Neneng teriak dan binatang itu lari masuk kebun.

“Saat itu, babinya lagi makan singkong. Saya takut siluman. Tapi, setelah saya teriaki babinya lari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tajur Aja Sukarja mengatakan, babi-babi itu diduga berasal dari gunung di Ciorai, Kecamatan Klapanunggal.

“Kalau dulu (babi, red) tidak sebanyak sekarang. Mungkin babi dari gunung di daerah Ciorai hijrah ke sini (Desa Tajur, red),” ujarnya.

Untuk mengantisipasi korban jiwa, mereka tengah menggalakkan ronda malam. Warga yang ronda juga disarankan membawa senjata tajam dan tombak untuk mengantisipasi serangan babi hutan.

“Meski sudah banyak pemburu, ronda tetap kami jalankan untuk antisipasi babinya menyerang,” tukasnya.

(radar bogor/azi/c)