Kopilot Trigana yang Jatuh Warga Bogor

CEMAS: Eva Kencanawati (35), adik kandung korban berharap keajaiban atas nasib kakaknya tercinta.
CEMAS: Eva Kencanawati (35), adik kandung korban berharap keajaiban atas nasib kakaknya tercinta.
CEMAS: Eva Kencanawati (35), adik kandung korban berharap keajaiban atas nasib kakaknya tercinta.

POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR– Tragedi kecelakaan pesawat Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Ariadin Falani (44). Pria yang tercatat sebagai kopilot pesawat nahas itu, hingga kini masih belum diketemukan keberadaannya. Keluarga meyakini jika lelaki yang akrab disapa Mas Yadin ini masih selamat.

Sejak tragedi nahas itu terjadi, rumah kediaman kopilot Trigana Air di Perumahan Taman Kenari, Blok B1, No 11, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, ramai dikunjungi teman, kerabat, dan juga sanak famili. Ariadin diketahui meninggalkan seorang istri bernama Rosnila (40) serta tiga anaknya yang masih kecil, yaitu Rara (10), Nina (7) dan Abi (5).

Semalam sekitar pukul 19:42 WIB kedua orang tua Ariadin beserta adiknya, Muniati (61), Dzaelani Sabran (73), dan Zaki (35) berangkat ke Papua untuk mendapatkan informasi yang sahih terkait keselamatan putra sulungnya itu.

Eva Kencanawati (35) yang merupakan adik kandung korban, mengaku cemas terhadap kondisi kakak kandungnya yang kini masih hilang. Menurut Eva, Yadin dikenal sebagai kakak yang sangat baik dan peduli terhadap keluarga. Sudah tujuh tahun lebih Ariadin bekerja di  PT Trigana Air yang berlokasi kompleks Puri Niaga, Jalan Wira Loka, Blok B, No 60-70, Kalimalang, Jakarta Timur.


“Kalau lagi enggak tugas kami selalu kumpul bareng bersama,” ungkapnya.

Hingga Senin (17/8/2015), istri korban, Rosnila belum bisa ditemui wartawan lantaran masih shock dengan peristiwa yang menimpa suaminya.

“Kami selalu berdoa kalau Mas Yadin bisa pulang dan kumpul lagi bareng keluarga,” ujarnya.

Kerabat korban, Idah Siti Khulaidah (41) menambahkan, Ariadin merupakan tipikal sahabat yang sangat baik kepada siapa pun. Dia juga merupakan suami dan kepala keluarga yang sangat penyayang bagi istri dan anak-anaknya.

“Setiap mau berangkat kerja selalu mencium anaknya dulu dan selalu bilang titip anak-anakku,” kata Idah.

(radar bogor/hur/c)